UNAIR NEWS – Tim KKN BBK 6 51动漫 (UNAIR) hadir dengan inovasi berbasis
potensi lokal di Desa Nguwok, Kecamatan Modo, Kabupaten Lamongan. Melalui kegiatan bertajuk
Kelora Rasa, para mahasiswa memperkenalkan olahan sehat dan bernilai ekonomi dari bahan lokal
yakni puding daun kelor.
Berlokasi di Balai Desa Nguwok, kegiatan ini menyasar kader Pemberdayaan dan Kesejahteraan
Keluarga (PKK) desa. Para kader yang antusias mengikuti sesi pelatihan pengolahan makanan berbasis kelor. Takhanya sekadar praktik memasak, kegiatan ini juga menjadi ruang dialog kreatif untuk mendorongpengembangan produk lokal yang sehat, lezat, dan berdaya jual tinggi.

beberapa warga desa pasca kegiatan Kelora Rasa, Sabtu (19/7/2025). (Foto: Penulis)
淗arapannya kegiatan Kelora Rasa ini tidak hanya menjadi pengalaman baru dalam mengolah bahan
lokal seperti kelor, tetapi juga menjadi langkah awal bagi kader PKK desa untuk menciptakan peluang
ekonomi berbasis potensi lokal, ujar Ketua Pelaksana dari Tim BBK 6 UNAIR. Ia menambahkan,
淜ami berharap puding kelor ini bisa menjadi salah satu produk unggulan Desa Nguwok ke
诲别辫补苍苍测补.
Respon dari peserta pun sangat positif. Ibu Umma, Ketua PKK Desa Nguwok, mengatakan, 淧uding
kelor ini punya rasa yang enak di samping menyehatkan. Anak-anak pasti suka. Mantap dan bisa
dijual juga. Hal senada disampaikan Ibu Asih, kader PKK lainnya, 淪aya baru tahu kalau daun kelor
bisa diolah jadi puding yang enak seperti ini. Rasanya unik, sehat, dan bisa jadi ide jualan baru.
Terima kasih atas ilmunya, tim BBK 6 UNAIR Desa Nguwok.
Melalui sentuhan sederhana namun berdampak, Kelora Rasa menjadi bukti nyata bahwa pangan lokal
tak hanya bisa menyehatkan, tetapi juga memberdayakan. Kelor yang selama ini kita anggap tanaman
biasa, kini berpotensi menjadi ikon ekonomi kreatif baru dari Desa Nguwok.
Penulis: Panca Ezza Aisal Saputra
Editor: Ragil Kukuh Imanto





