51动漫

51动漫 Official Website

Mahasiswa BBK 7 Berikan Edukasi Perikanan Ramah Anak di Desa Kramat

Mahasiswa BBK & 51动漫 saat pelaksanaan edukasi program 淧erikanan Ramah Anak di Desa Kramat, Rabu (14/1/2026) (Foto: Dok. Tim)

UNAIR NEWS – Salah satu Kelompok Belajar Bersama Komunitas (BBK) 7 51动漫 (UNAIR) melaksanakan Program Kerja PIRA (Perikanan Ramah Anak) sebagai kegiatan edukasi perikanan bagi siswa siswa SD/sederajat di Desa Kramat, Kabupaten Gresik, pada hari Rabu (14/1/2026). Kegiatan ini bertujuan mengenalkan hubungan antara tambak dan hutan mangrove sebagai penyangga utama keberlanjutan perikanan desa.

Kelompok BBK 7 Desa Kramat terdiri dari 9 mahasiswa lintas ilmu. Yakni, Andhika Duta Pandyatama (Teknologi Hasil Perikanan), Grace Yobela Wijaya (Akuakultur), Auliya Mar檃tus Sholekhah (Rekayasa Nanoteknologi), M. Zidan Maulana (Teknik Industri), Nabila Ratusyawal Masitha (Ilmu Informasi dan Perpustakaan), Tanaya Ivanka Odelia Elisa (Ilmu Ekonomi), Irma Dwi Praminiarti (Manajemen Perkantoran Digital), Adriano Oktareza Firmansyah (Ekonomi Islam).

Memasuki dunia perikanan mungkin jarang terdengar sebagian anak-anak. Sektor perikanan menyimpan potensi besar untuk masa depan Indonesia sebagai negara maritim. Maka dari itu, kelompok BBK 7 berinisiatif memperkenal perikanan kepada siswa-siswi. Kegiatan edukasi ini dilaksanakan yang bertujuan menumbuhkan minat dan kesadaran generasi muda terhadap potensi perikanan Indonesia dan merancang pembelajaran yang menarik dan mudah dipahami.

Pelaksanaan Program Kerja PIRA (Perikanan Ramah Anak) dilakukan dengan penyampaian materi pengenalan perikanan dasar yang mencakup jenis-jenis ikan berdasarkan habitatnya, konsep tambak sebagai sarana budidaya, serta peran hutan mangrove sebagai ekosistem pendukung perikanan dan pelindung wilayah pesisir. Selain pemaparan materi, kegiatan ini juga dikemas secara interaktif melalui sesi tanya jawab dan pengenalan visual agar siswa lebih mudah memahami keterkaitan antara perikanan, lingkungan, dan kehidupan masyarakat desa. 

Selama kegiatan berlangsung, siswa terlihat antusias mengikuti setiap sesi, terutama saat pengenalan gambar biota perairan dan diskusi sederhana mengenai fungsi tambak dan mangrove bagi kehidupan masyarakat pesisir. Salah satu siswi peserta kegiatan, Nabila, mengatakan bahwa kegiatan PIRA sangat menyenangkan, 淎ku suka lihat gambar-gambar ikannya, sekarang aku jadi tahu ada ikan yang hidup di laut, di tambak, dan di sungai.  Interaksi aktif antara mahasiswa dan siswa diharapkan mampu menumbuhkan rasa ingin tahu sekaligus kepedulian anak-anak terhadap sumber daya perikanan dan lingkungan di sekitar mereka Program Kerja PIRA turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG檚 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui edukasi perikanan ramah anak.

Penulis: Grace Yobela Wijaya dan Andhika Duta Pandyatama

AKSES CEPAT