UNAIR NEWS – Dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya Demam Berdarah Dengue (DBD), mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) atauBelajar Bersama Komunitas (BBK) 51动漫 (UNAIR) ke-7 mengadakan program penyuluhan DBD bertemakan 淛UMANTIK (Juru Pembasmi Jentik-jentik). Penyuluhan itu berlangsung di Posyandu Banjar Anyar, Kecamatan Sugio, Kabupaten Lamongan, pada Selasa (13/1/2026). Penyuluhan ini bertujuan untuk memberikan edukasi mengenai langkah-langkah pencegahan DBD melalui pola 5 M, yaitu menutup ventilasi rumah, mengenakan pakaian tertutup, menggunakan obat nyamuk, membasmi habitat nyamuk, dan melakukan vaksin dangue.
Tingkatkatkan Kepedulian dalam Penggunaan Bubuk ABATE
Sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan, Ketua Pelaksana Tengku Abdillah Ayyub menjelaskan bahwa penyuluhan DBD ini dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pencegahan penyakit DBD sejak dini. Menurutnya, penyuluhan tersebut menjadi langkah awal untuk mendorong perubahan perilaku masyarakat agar lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan dan potensi berkembangnya jentik nyamuk, terutama jentik nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus.

Melalui penyuluhan ini, masyarakat diberikan penjelasan langsung mengenai langkah pencegahan DBD, salah satunya melalui penggunaan bubuk ABATE. Ayyub menyampaikan bahwa 渒egiatan penyuluhan DBD ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran serta pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya upaya pencegahan penyakit sejak dini. Melalui pemaparan yang disertai dengan praktik langsung, masyarakat tidak hanya memperoleh pemahaman saja, tetapi juga dibekali keterampilan.
Perkuat Pencegahan DBD melalui Senam Bersama
Pada sesi penutupan penyuluhan, dilanjutkan dengan senam bersama yang diikuti dengan antusias oleh masyarakat setempat, terutama warga lansia. Tingginya partisipasi warga menunjukkan respon positif terhadap rangkaian kegiatan yang diselenggarakan. Di mana program BBK ini selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs) poin 3, yaitu Kehidupan Sehat dan Sejahtera (Good Health and Well-being) yang berfokus pada peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.
Kegiatan senam ini dirancang untuk mendorong masyarakat agar lebih aktif bergerak dan menjadikan senam sebagai bagian dari pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari. 淜ami berharap ibu-ibu Dusun Banjar Anyar dapat melaksanakan senam secara rutin, minimal satu kali dalam seminggu, sebagai upaya menjaga kebugaran tubuh dan meningkatkan kualitas kesehatan, ujarnya.
淗arapan kami kegiatan ini tidak berhenti sampai di sini. Diharapkan masyarakat dapat menerapkan pengetahuan yang telah diperoleh, khususnya dalam menjaga kebersihan lingkungan dan melakukan pencegahan DBD secara mandiri, tutupnya.
Penulis: Tengku Abdillah Ayyub





