51¶¯Âþ

51¶¯Âþ Official Website

Mahasiswa BBK 7 Desa Banjarrejo Dorong Digitalisasi UMKM sebagai Upaya Mendukung SDGs Tujuan 8

UNAIR NEWS  “ Belajar Bersama Komunitas (BBK) 7 Desa Banjarrejo melaksanakan program kerja digitalisasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai bentuk kontribusi nyata dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi (SDGs 8.0.0). Program ini diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui pemanfaatan teknologi digital yang berkelanjutan.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa BBK 7 mendampingi enam UMKM yang bergerak di berbagai sektor usaha, yakni produsen ikan asap, produsen telur asin, produsen tempe, produsen anyaman pandan, penjual buket bunga, serta toko kelontong yang juga berperan sebagai agen BNI. Pendampingan ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas usaha masyarakat agar mampu menciptakan kegiatan ekonomi yang produktif dan berdaya saing.

Program digitalisasi UMKM yang dilaksanakan meliputi pendampingan pembuatan dan pengelolaan lokasi usaha pada Google Maps serta penerapan pencatatan keuangan digital yang disertai edukasi literasi keuangan. Kedua aspek tersebut menjadi langkah strategis dalam mendukung UMKM agar dapat berkembang secara sehat, transparan, dan berkelanjutan, sejalan dengan semangat SDGs Tujuan 8 yang menekankan pentingnya pertumbuhan ekonomi inklusif dan berkelanjutan.

Pencatatan Keuangan Digital

Sebelum adanya pendampingan dari mahasiswa BBK, sebagian besar pelaku UMKM di Desa Banjarrejo masih menggunakan sistem pencatatan keuangan yang sederhana dan manual. Salah satunya adalah Nita Aminatus, produsen telur asin, yang mengungkapkan bahwa pencatatan keuangan sebelumnya hanya dilakukan secara konvensional. œPencatatan manual saja di buku pintar, ungkapnya.

Kondisi tersebut menjadi kendala tersendiri dalam pengelolaan usaha, terutama dalam mengetahui laba secara pasti. Nita menyampaikan bahwa kesulitan utama yang dirasakan adalah menghitung laba usaha. Minimnya pencatatan keuangan yang terstruktur berpotensi menghambat pertumbuhan usaha serta menyulitkan pelaku UMKM dalam mengambil keputusan ekonomi yang tepat.

Melalui penerapan pencatatan keuangan digital, pelaku UMKM mulai diperkenalkan pada sistem pengelolaan keuangan yang lebih rapi dan mudah diakses. Nita merasakan perbedaan yang signifikan setelah mengikuti pendampingan tersebut. œSetelah adanya pencatatan digital ini saya lebih bisa dengan mudah mencatat keuangan dan mengetahui stok serta laba ujarnya. 

Pendaftaran Lokasi Usaha

Selain pengelolaan keuangan, mahasiswa BBK 7 juga melakukan pendampingan pendaftaran dan pengelolaan lokasi usaha di Google Maps. Upaya ini dilakukan untuk meningkatkan akses pasar dan memperluas jangkauan konsumen. Digitalisasi lokasi usaha memungkinkan UMKM untuk lebih mudah ditemukan oleh masyarakat luas, sehingga membuka peluang peningkatan pendapatan dan pertumbuhan ekonomi lokal.

Dampak positif dari pendampingan tersebut turut dirasakan oleh Nita Aminatus. Setelah lokasi usahanya terdaftar di Google Maps, ia mulai merasakan peningkatan visibilitas usaha. œAlhamdulillah sudah mulai banyak yang tahu lokasi kita, tuturnya. Hal ini menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi digital dapat menjadi sarana efektif dalam mendorong pertumbuhan UMKM yang inklusif.

Melalui program digitalisasi UMKM ini, mahasiswa BBK 7 Desa Banjarrejo berharap dapat berkontribusi dalam menciptakan ekosistem usaha yang lebih kuat, mandiri, dan berkelanjutan. Program ini tidak hanya berfokus pada peningkatan keterampilan teknis, tetapi juga pada pembangunan kesadaran akan pentingnya pengelolaan usaha yang profesional demi mendukung pencapaian SDGs Tujuan 8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi.

Penulis : Rizma Elyza 

AKSES CEPAT