UNAIR NEWS “ Dalam upaya mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat pedesaan melalui transformasi digital, mahasiswa Program Pengabdian Masyarakat (KKN) 51¶¯Âþ (UNAIR) menggelar kegiatan bernama SEMEDI (Literasi Digital Sedagaran). Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu, 25 Januari 2026 di Balai Desa Sedagaran dan dihadiri oleh sekitar 15 Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dari berbagai sektor usaha di Desa Sedagaran.
Program SEMEDI dirancang sebagai bentuk pendidikan digital yang berfokus pada pemanfaatan Kecerdasan Buatan (AI) dan sistem pembayaran digital QRIS untuk meningkatkan kesiapan dan daya saing UMKM desa di era digital. Program ini tidak dikembangkan dalam semalam, melainkan dimulai dengan survei lapangan terhadap beberapa UMKM untuk memetakan kebutuhan dan kondisi aktual para pelaku bisnis. Survei tersebut dilakukan berdasarkan data UMKM yang diperoleh dari pejabat desa empat hari sebelum implementasi program.
Koordinator kegiatan SEMEDI menjelaskan bahwa meskipun waktu persiapan relatif singkat, tim KKN terus menganalisis dan menyesuaikan materi untuk memastikan program tersebut benar-benar relevan dengan kondisi lapangan. “Kami merancang SEMEDI bukan hanya sebagai kegiatan sosialisasi, tetapi sebagai ruang pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan UMKM di Desa Sedagaran. Materi tersebut disesuaikan dengan realitas bisnis mereka, memastikan materi tersebut mudah dipahami dan diterapkan,” jelasnya.
Program SEMEDI dilaksanakan secara sistematis dan interaktif. Acara dimulai dengan upacara pembukaan, diikuti dengan pre-test untuk menilai pemahaman awal peserta tentang digitalisasi bisnis. Peserta kemudian menerima presentasi tentang pemasaran digital, penggunaan AI sebagai alat bisnis, dan pengenalan sistem pembayaran QRIS. Untuk memperkuat pemahaman, program ini juga mencakup tutorial video dan sesi praktik langsung, yang memungkinkan peserta tidak hanya mempelajari teori tetapi juga melihat contoh nyata implementasi teknologi dalam konteks bisnis sehari-hari
Selama sesi pemanfaatan AI, para peserta dengan antusias mengikuti penjelasan tentang bagaimana teknologi dapat digunakan untuk membantu mengembangkan ide promosi, membuat keterangan produk, dan bahkan mendesain deskripsi bisnis. Bagi beberapa UMKM, pengenalan AI merupakan pengalaman baru, membuka wawasan tentang penggunaan teknologi yang sederhana tanpa memerlukan latar belakang teknis yang kompleks.
“Ternyata AI dapat digunakan untuk tujuan praktis, seperti membantu membuat keterangan, ide promosi, dan deskripsi produk. Ini sangat membantu bagi UMKM yang sebelumnya kesulitan membuat konten promosi,” kata salah satu peserta. Antusiasme para peserta juga terlihat jelas dalam sesi tanya jawab yang meriah, yang menampilkan berbagai pertanyaan tentang peluang dan tantangan penerapan teknologi digital dalam bisnis mereka.
Sesi berikutnya fokus pada pengenalan dan pemanfaatan QRIS sebagai sistem pembayaran digital. Peserta diajak memahami manfaat QRIS dalam mempercepat transaksi, meningkatkan kepercayaan konsumen, serta membantu pencatatan keuangan usaha secara lebih cepat dan terstruktur. Materi disampaikan dengan pendekatan kontekstual, disesuaikan dengan skala dan karakter usaha peserta. Kegiatan kemudian ditutup dengan post-test untuk melihat perubahan pemahaman peserta setelah mengikuti seluruh rangkaian acara, serta penutupan dan dokumentasi sebagai bagian dari refleksi kegiatan. Berdasarkan pengamatan pemateri, peserta menunjukkan peningkatan pemahaman serta ketertarikan terhadap pemanfaatan teknologi digital sebagai strategi pengembangan usaha.
Melalui program SEMEDI, mahasiswa KKN 51¶¯Âþ berupaya menghadirkan ruang belajar yang partisipatif dan berbasis kebutuhan lapangan. Dengan mengusung jargon œUMKM Sedagaran Go Digital, Siap Bersaing!, kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal bagi pelaku UMKM Desa Sedagaran untuk mulai bertransformasi secara digital secara bertahap dan berkelanjutan. Lebih dari sekedar kegiatan edukasi, SEMEDI menjadi wujud kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat desa dalam memperkuat fondasi ekonomi lokal di tengah tantangan era digital.
Penulis: Angela Paris Benami Paza, Mochamad Javier Elsyera





