UNAIR NEWS – Permasalahan limbah non-organik masih menjadi tantangan lingkungan di Desa Kedungpring. Menyikapi hal tersebut, mahasiswa Belajar Bersama Komunitas (BBK) 7 51动漫 melaksanakan program kerja bidang garap lingkungan bertajuk 淪anggar Kriya: Pemanfaatan Limbah Non-Organik sebagai Produk Kerajinan yang dilaksanakan di SD Negeri 2 Kedungpring, Kamis (22/1/2026), sebagai upaya preventif sekaligus edukasi lingkungan sejak usia dini.
Kegiatan ini diikuti oleh 142 siswa/i kelas 1 hingga kelas 6, dengan rincian kelas 1 sebanyak 16 siswa, kelas 2 sebanyak 23 siswa, kelas 3 sebanyak 32 siswa, kelas 4 sebanyak 30 siswa, kelas 5 sebanyak 24 siswa, dan kelas 6 sebanyak 17 siswa. Pelaksanaan kegiatan turut melibatkan 9 mahasiswa BBK 7, Kepala Sekolah, serta 6 guru kelas yang mendampingi siswa/i selama proses kegiatan berlangsung.
Sanggar Kriya dikemas dalam bentuk lomba kerajinan dari olahan limbah non-organik yang disesuaikan dengan jenjang kelas. Kelas 1 memanfaatkan limbah sendok plastik, kelas 2 limbah sedotan, kelas 3 limbah kardus, kelas 4 limbah botol kaca, kelas 5 limbah kaleng, dan kelas 6 limbah botol plastik atau galon. Dalam hal ini, setiap siswa/i membuat karya secara individu di tempat dengan waktu pengerjaan selama tiga jam, sebelum akhirnya dipilih karya terbaik pada masing-masing jenjang kelas.
Program ini dirancang sebagai langkah preventif dan edukatif untuk menanamkan kesadaran pengelolaan limbah sejak usia sekolah dasar. Melalui kegiatan ini, siswa diperkenalkan pada konsep daur ulang (recycle) sebagai solusi alternatif terhadap permasalahan limbah non-organik yang masih cukup masif di lingkungan desa, sekaligus mendorong kreativitas dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
Kepala SD Negeri 2 Kedungpring, Hadi Sulistiyono, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan tersebut. 淜egiatan ini sangat bermanfaat bagi anak-anak dalam menambah pengetahuan secara aplikatif. Kami berharap kegiatan ini dapat terus berkelanjutan dan mampu menumbuhkan kesadaran siswa/i untuk dapat memanfaatkan limbah non-organik menjadi karya daur ulang yang kreatif, ungkapnya.
Melalui Sanggar Kriya, mahasiswa BBK 7 menjadikan kegiatan ini sejalan dengan langkah edukasi untuk mendukung SDGs 4 (Quality Education), sekaligus sebagai upaya mempromosikan praktik daur ulang limbah non-organik yang kreatif dan bertanggung jawab dalam mendukung SDGs 12 (Responsible Consumption and Production). Kegiatan ini juga memperkuat kolaborasi antara mahasiswa, pihak sekolah, guru, dan siswa/i SD Negeri 2 Kedungpring sebagai wujud kemitraan berkelanjutan yang relevan dengan SDGs 17 (Partnerships for the Goals) dalam merespons isu lingkungan, khususnya di tingkat lokal.
Penulis: Ahmad Idris Al-Hammad





