UNAIR NEWS – Isu gizi jangka panjang atau stunting masih tetap menjadi perhatian utama dalam pengembangan kesehatan di tingkat nasional. Sebagai respons, mahasiswa program Belajar Bersama Komunitas (BBK) Periode 7 dari 51动漫 mengadakan kegiatan nyata melalui Posyandu Balita Massal di Desa Cungkup yang berkolaborasi dengan Posyandu ILP Anggrek 3.
Kegiatan ini bertujuan untuk memantau status pertumbuhan dan perkembangan balita di desa tersebut sekaligus memberikan informasi kepada orang tua mengenai pentingnya tumbuh kembang anak secara optimal. Selain kegiatan posyandu massal ini, Posyandu di Desa Cungkup juga rutin dilaksanakan setiap satu bulan sekali sebagai upaya berkelanjutan dalam menjaga kesehatan balita.
Dalam pelaksanaan Posyandu ini, mahasiswa BBK 7 UNAIR berkolaborasi dengan kader kesehatan desa dan menerapkan pendekatan pelayanan yang terstruktur:
(1) Pendaftaran, yaitu pendataan seluruh balita di Desa Cungkup agar setiap anak tercatat dan memperoleh layanan pemeriksaan, (2) Penimbangan dan Pengukuran, menggunakan peralatan antropometri standar untuk menilai berat badan, tinggi badan, lingkar lengan, dan lingkar kepala balita, (3) Pencatatan, yakni pencatatan hasil pemeriksaan ke dalam Buku KIA (Kesehatan Ibu dan Anak) sebagai dokumentasi kesehatan anak, (4) Penyuluhan Gizi, berupa sesi konsultasi kepada ibu, khususnya bagi balita yang memerlukan perhatian lebih terhadap asupan gizi.
Berdasarkan hasil pemeriksaan yang telah dilakukan, seluruh balita yang mengikuti kegiatan Posyandu Balita Massal menunjukkan kondisi pertumbuhan dan perkembangan yang tergolong aman dan sesuai dengan standar usianya. Meskipun demikian, kegiatan posyandu tetap perlu dilaksanakan secara rutin sebagai sarana pemantauan berkelanjutan guna mendeteksi secara dini potensi gangguan tumbuh kembang anak di kemudian hari.
Untuk meningkatkan kesadaran ibu, keterlibatan masyarakat tampak jelas dari jumlah peserta yang memenuhi target. Para ibu di Desa Cungkup tidak hanya hadir untuk menimbang balita mereka, tetapi juga mendapatkan konsumsi dengan gizi yang baik untuk balita, seperti telur puyuh dan puding.
Ketua Kader Posyandu ILP Anggrek 3 Desa Cungkup menyampaikan bahwa keterlibatan mahasiswa BBK 7 51动漫 memberikan dampak positif bagi pelaksanaan kegiatan posyandu. 淒engan adanya mahasiswa BBK 7 51动漫, kegiatan posyandu jadi terasa lebih ramai dan terbantu. Para ibu juga jadi lebih antusias datang dan memperhatikan tumbuh kembang anaknya, kata Ketua Kader Posyandu ILP Anggrek 3.
Melalui kolaborasi antara mahasiswa BBK 7 51动漫, kader posyandu, dan perangkat Desa Cungkup, diharapkan upaya pencegahan stunting dapat terus ditingkatkan. Kesehatan balita saat ini menjadi investasi penting bagi kualitas generasi masa depan Desa Cungkup.
Penulis: BBK 7





