UNAIR NEWS – Program edukasi pengelolaan minyak jelantah ‘JELITA’ berhasil meningkatkan kesadaran dan keterampilan warga RW 02 Kelurahan Mulyorejo dalam mengolah limbah rumah tangga menjadi produk bernilai guna. Kegiatan yang dilaksanakan pada 18 Januari 2026 ini diikuti 36 peserta, khususnya ibu-ibu PKK, dan menghasilkan lilin aromaterapi dari minyak jelantah sebagai bukti pemanfaatan limbah secara kreatif.
Selama workshop, tim KKN-BBK 7 Mulyorejo III memberikan penyuluhan tentang dampak pencemaran akibat pembuangan minyak jelantah yang tidak tepat, kemudian mendemonstrasikan metode penjernihan menggunakan adsorpsi dan praktik pembuatan lilin. Peserta dibagi ke dalam kelompok kerja untuk memastikan keterlibatan praktis meskipun ada keterbatasan alat. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman peserta hingga 100% pada perbandingan pre-test dan post-test.
Program ini tidak hanya menyasar aspek lingkungan tetapi juga membuka peluang ekonomi lokal. Melalui penerapan konsep ekonomi sirkular, kegiatan JELITA memberi wawasan bahwa limbah rumah tangga dapat menjadi sumber penghasilan baru jika diolah menjadi produk bernilai tambah. 淧rogram ini membantu sekali, kami jadi tidak perlu membuang minyak jelantah lagi. Ucap salah satu peserta yang ikut dalam program tersebut
Selain JELITA, Program Sustainable Farming: Hidroponik juga dilaksanakan sebagai bagian dari upaya ramah lingkungan untuk memanfaatkan lahan terbatas dan menghemat penggunaan air. Pelatihan hidroponik yang diadakan pada 24 Januari 2026 melibatkan 15 peserta. kegiatan mencakup pengumpulan botol bekas dari bank sampah RW 2 hingga praktik penanaman kangkung secara hidroponik. Model ini dirancang agar mudah direplikasi oleh warga di pekarangan rumah. 淪aya bisa menanam kangkung sendiri di rumah lewat hidroponik. Ucap salah satu peserta yang mengikuti program tersebut.
Kolaborasi antara mahasiswa KKN, pengurus RT, dan pengelola bank sampah menjadi kunci keberhasilan, mulai dari pengumpulan bahan hingga rencana keberlanjutan program. Output nyata seperti lilin aromaterapi dan unit hidroponik sederhana menjadi bahan edukasi yang akan diserahkan ke warga setempat sebagai modul praktik. Dampak jangka panjang yang diharapkan adalah berkurangnya pembuangan jelantah ke saluran air serta meningkatnya ketahanan pangan lokal melalui hidroponik.
Penulis: Tim BBK 7 Mulyorejo III





