51动漫

51动漫 Official Website

Mahasiswa BBK 7 Ngawen Sosialisasikan Mitigasi Bencana kepada Warga Desa Ngawen

Mahasiswa BBK 7 Ngawen Sosialisasikan Mitigasi Bencana kepada Warga Desa Ngawen
Mahasiswa BBK 7 Ngawen Sosialisasikan Mitigasi Bencana kepada Warga Desa Ngawen

UNAIR News-Desa Ngawen, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik menjadi lokasi pelaksanaan sosialisasi mitigasi bencana yang diselenggarakan oleh tim BBK 7 Desa Ngawen 51动漫. Kegiatan ini dilaksanakan di Balai Desa Ngawen, dengan tujuan meningkatkan pengetahuan serta kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana di wilayah setempat.

Sosialisasi menghadirkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gresik sebagai narasumber. Materi disampaikan langsung oleh Mohammad Agus Setiawan, Staf Pranata pencarian dan pertolongan BPBD Kabupaten Gresik. Dalam pemaparannya, Pak Agus menjelaskan bahwa Kabupaten Gresik memiliki potensi berbagai jenis bencana, baik bencana geologi seperti gempa bumi maupun bencana hidrometeorologi seperti angin kencang.

Mohammad Agus Setiawan menyampaikan bahwa Indonesia berada pada pertemuan tiga lempeng tektonik utama, yakni Indo-Australia, Eurasia, dan Pasifik, sehingga memiliki tingkat kerawanan gempa bumi yang cukup tinggi. Pak Agus juga menjelaskan bahwa potensi gempa bumi di wilayah Desa Ngawen berkaitan dengan kondisi geologi regional di Jawa Timur. Ia menyampaikan adanya pengaruh sesar purba yang berdampak hingga wilayah Pulau Bawean, serta keberadaan Sesar RMKS (Rembang揗adura揔angean揝akala) yang membentang di wilayah utara Jawa Timur. Keberadaan struktur geologi tersebut berpotensi memicu aktivitas seismik dan guncangan gempa yang dapat dirasakan di wilayah pesisir, termasuk Desa Ngawen dan sekitarnya. Selain gempa bumi, sosialisasi juga membahas bahaya angin kencang yang kerap terjadi di Desa Ngawen. Hal ini menjadi perhatian khusus karena mayoritas masyarakat berprofesi sebagai nelayan pencari kerang, sehingga cuaca ekstrem dapat mengganggu aktivitas melaut dan membahayakan keselamatan.

Dalam sesi diskusi, warga aktif bertanya terkait langkah antisipasi terhadap angin kencang. Menanggapi hal tersebut, Mohammad Agus Setiawan menjelaskan bahwa BPBD Kabupaten Gresik tengah merancang penguatan sistem komunikasi kebencanaan bagi nelayan melalui penyediaan alat komunikasi handy talky (HT). Ke depan, BPBD juga berharap dapat bekerja sama dengan Dinas Perikanan dan Kelautan, Diskominfo, serta organisasi masyarakat untuk membangun jalur komunikasi berbasis jaringan UHF, meskipun pembangunan perangkat Radio Pancar Ulang (RPU) masih menjadi tantangan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat Desa Ngawen semakin sadar risiko bencana dan memiliki kesiapsiagaan yang lebih baik dalam menghadapi berbagai potensi bencana di masa mendatang

Penulis : Fatma Hdayatul Khusna

AKSES CEPAT