51动漫

51动漫 Official Website

Mahasiswa BBK 7 Padenganploso Kenalkan Pemanfaatan Sekam Padi Menjadi Briket

Praktik perekatan dan pencetakan briket dari limbah sekam padi oleh tim BBK 7 Padenganploso
Praktik perekatan dan pencetakan briket dari limbah sekam padi oleh tim BBK 7 Padenganploso (Sumber: Dokumentasi Kegiatan)

UNAIR NEWS – Aktivitas pertanian dan tambak menjadi mata pencaharian utama masyarakat Desa Padenganploso, Kecamatan Pucuk, Kabupaten Lamongan. Di balik potensi tersebut, masih terdapat persoalan lingkungan yang kerap ditemui, terutama kebiasaan membakar sampah rumah tangga dan limbah pertanian yang belum dikelola secara optimal. Minimnya pengetahuan masyarakat terkait pengelolaan sampah mendorong mahasiswa Belajar Bersama Komunitas (BBK) 7 51动漫 menginisiasi program edukasi pilah sampah serta pengenalan pengolahan briket dari limbah pertanian, yakni sekam padi.

Sasaran kegiatan ini adalah masyarakat Desa Padenganploso, khususnya warga yang beraktivitas di sektor pertanian dan tambak. Sosialisasi dilaksanakan pada Jumat (23/1/2026) di Balai Desa Padenganploso dan diikuti sekitar 30 warga, dengan fokus pada pengelolaan limbah yang dekat dengan aktivitas keseharian masyarakat desa.

Persoalan Sampah dan Limbah Pertanian

Berdasarkan hasil observasi mahasiswa BBK 7, pengelolaan sampah di Padenganploso masih dilakukan secara sederhana. Sampah organik dan anorganik belum dipilah, sementara limbah pertanian seperti sekam padi kerap tidak dimanfaatkan secara optimal. Sebagian warga memilih membakar, mengubur, atau membuang sampah ke rawa karena belum tersedianya fasilitas pengelolaan. Kepala desa setempat menyampaikan bahwa kondisi tersebut telah berlangsung cukup lama. 淒i desa memang belum ada bank sampah atau TPA. Jadi warga mengelola sampah ya seadanya, sebagian dibakar, dikubur, atau dibuang begitu saja, ujarnya.

Aksi Pilah Sampah

Pada awal kegiatan, mahasiswa BBK 7 memberikan sosialisasi mengenai pemilahan sampah organik dan anorganik dengan contoh sampah yang sering ditemui warga dalam kehidupan sehari-hari. Materi disampaikan secara komunikatif untuk menjelaskan perbedaan jenis sampah serta dampak kebiasaan membakar sampah terhadap kesehatan dan lingkungan. Melalui kegiatan ini, masyarakat diperkenalkan pada langkah sederhana pengelolaan limbah rumah tangga dengan memisahkan sampah sejak dari rumah.

Pemaparan materi dalam sosialisasi pilah sampah oleh Tim KKN-BBK 7 Desa Padenganploso

(Sumber: Dokumentasi Kegiatan)

Pengolahan Briket Sekam Padi

Kegiatan dilanjutkan dengan pengenalan briket dari sekam padi yang disertai demonstrasi pencetakan secara sederhana. Mahasiswa menjelaskan tahapan dasar pembuatan briket, mulai dari pembakaran sekam dengan oksigen terbatas, pencampuran bahan perekat, proses pencetakan, hingga penjemuran. Pak RT setempat menilai kegiatan ini memberikan wawasan baru bagi warga. 淭ernyata sekam bisa dijadikan briket. Selama ini paling cuma dijadikan kompos atau pakan ikan. Ini menarik, nanti bisa dicoba sendiri di rumah, tuturnya.

Melalui kegiatan ini, masyarakat memperoleh pengetahuan sekaligus contoh alternatif pengelolaan limbah yang aplikatif. Program ini mendukung SDGs 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan literasi lingkungan, serta SDGs 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) dengan mendorong pemanfaatan limbah pertanian secara lebih bijak.

Penulis: Tim BBK 7 Desa Padenganploso

AKSES CEPAT