UNAIR NEWS – Keberadaan UMKM memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian desa, namun banyak UMKM di Desa Karangcangkring yang belum dikenal luas akibat keterbatasan promosi dan pemanfaatan teknologi digital. Hal ini ditemui oleh mahasiswa BBK 7 51动漫 selama kegiatan pengabdian masyarakat. Sebagai solusi, program ini melibatkan 8 pelaku UMKM untuk pendampingan teknis dan 20 ibu-ibu PKK serta warga desa dalam kegiatan edukasi. Program ini sejalan dengan SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui pemberdayaan UMKM, SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) dengan pemanfaatan teknologi digital seperti e-commerce dan Google Maps, serta SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui edukasi branding dan marketing.
Salah satu permasalahan utama yang ditemukan di lapangan adalah masih minimnya identitas visual toko UMKM. Beberapa toko belum memiliki banner atau papan nama yang jelas, sehingga sulit dikenali oleh masyarakat luar desa maupun pendatang. Menanggapi hal ini, mahasiswa BBK 7 UNAIR membantu proses pemasangan banner bagi 8 toko UMKM sebagai bentuk identitas usaha. Banner tersebut tidak hanya berfungsi sebagai penanda lokasi toko, tetapi juga sebagai media promosi sederhana namun efektif.
Salah satu UMKM yang mendapatkan pendampingan adalah milik Nur. Setelah banner terpasang, Nur menyampaikan tanggapannya terkait manfaat dari kegiatan tersebut. 淎lhamdulillah banner yang sudah terpasang ini sangat membantu ya, soalnya banyak yang belum tau jualan apa. Dengan adanya banner ini tuh sangat membantu, ujar Bu Nur.
Selain pemasangan banner, mahasiswa BBK 7 UNAIR juga membantu UMKM dalam pendaftaran lokasi usaha ke Google Maps. Di era digital seperti sekarang, keberadaan usaha di platform digital menjadi hal yang sangat penting. Banyak konsumen yang mencari lokasi toko melalui Google Maps atau media sosial sebelum memutuskan untuk datang langsung. Dengan terdaftarnya UMKM di Google Maps, lokasi usaha menjadi lebih mudah ditemukan dan diakses oleh siapa saja.
Bu Nur juga menyampaikan harapannya setelah tokonya terdaftar di Google Maps. 淭entu saja saya harapkan dengan adanya Google Maps ini banyak orang yang lebih tau ada jualan saya di sini, lebih memudahkan orang untuk mencari tempat saya, ungkapnya. Pendampingan ini diharapkan dapat membantu UMKM Desa Karangcangkring untuk menjangkau pasar yang lebih luas, tidak hanya dari lingkungan sekitar desa, tetapi juga dari luar wilayah.
Tidak berhenti pada pendampingan teknis, mahasiswa BBK 7 51动漫 juga melaksanakan program kerja Edu Laku (Pemberlaku UMKM) yang ditujukan kepada 8 pelaku UMKM, 20 ibu-ibu PKK dan warga Desa Karangcangkring. Program ini berupa kegiatan edukasi yang membahas materi branding dan marketing UMKM dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami.
Melalui Edu Laku, mahasiswa menyampaikan pentingnya branding sebagai identitas usaha, mulai dari nama toko, banner, hingga tampilan produk. Selain itu, warga juga diberikan pemahaman dasar mengenai marketing, seperti cara mempromosikan usaha melalui media sosial, memanfaatkan WhatsApp dan e-commerce, serta pentingnya keberadaan usaha di Google Maps. Kegiatan ini diharapkan dapat membuka wawasan warga desa bahwa pemasaran tidak selalu harus mahal, tetapi bisa dimulai dari langkah-langkah kecil yang konsisten.
Program BBK 7 UNAIR ini menjadi bentuk nyata kontribusi mahasiswa dalam mendukung perekonomian desa. Dengan adanya kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat, diharapkan UMKM Desa Karangcangkring dapat semakin dikenal, berkembang, dan berkelanjutan di masa depan.
Penulis: BBK 7 Desa Karangcangkring, Kecamatan Kedungpring, Kabupaten Lamongan





