Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Belajar Bersama Komunitas (KKN BBK) ke-7 51¶¯Âþ melaksanakan program inovasi lingkungan berupa Alat Tabur Pupuk (ALTAP) sebagai solusi atas permasalahan pemupukan manual yang masih dilakukan oleh sebagian besar petani di Desa Sumurgenuk, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan. Kegiatan yang dilaksanakan pada Sabtu (17/1/2026) pukul 10.00 “ 12.00 WIB di Balai Desa Sumurgenuk ini menyasar sebanyak ±10 petani desa sebagai peserta utama. Permasalahan utama yang dihadapi masyarakat adalah metode pemupukan konvensional yang dilakukan dengan membungkuk, kurang presisi, memakan waktu, serta berpotensi menimbulkan keluhan kesehatan seperti nyeri pinggang, terutama pada petani usia lanjut, di samping masih tingginya limbah pipa paralon yang belum dimanfaatkan secara optimal.
Mahasiswa BBK 7 Sumurgenuk menawarkan solusi yakni memperkenalkan ALTAP, yaitu alat tabur pupuk sederhana berbahan pipa paralon bekas maupun baru yang dirancang agar lebih presisi, efisien, dan ergonomis. Rangkaian kegiatan diawali dengan sosialisasi mengenai efisiensi pemupukan dan dampak lingkungan akibat penggunaan pupuk yang tidak tepat, dilanjutkan dengan edukasi cara pembuatan dan penggunaan ALTAP. Petani dilibatkan secara langsung dalam proses perakitan alat, mulai dari pemotongan pipa, pemasangan sambungan, hingga simulasi penggunaan, sehingga peserta tidak hanya menerima alat jadi tetapi juga memiliki keterampilan untuk membuatnya secara mandiri.
Melalui kegiatan ini, petani memperoleh pengetahuan baru terkait teknologi sederhana yang aplikatif dan terjangkau, serta memahami manfaat penggunaan alat tabur pupuk yang mampu meningkatkan ketepatan dosis pemupukan dan mengurangi beban fisik saat bekerja. Dampak kegiatan terlihat dari meningkatnya efisiensi waktu pemupukan, berkurangnya risiko keluhan kesehatan akibat posisi kerja yang tidak ergonomis, serta tumbuhnya kesadaran petani terhadap pemanfaatan bahan bekas seperti pipa paralon sebagai alat yang bernilai guna. Hal ini menunjukkan hubungan sebab“akibat yang jelas antara inovasi alat, perubahan cara kerja petani, dan peningkatan kualitas aktivitas pertanian.
Program ALTAP ini berkontribusi langsung terhadap pencapaian SDG 8 (Decent Work and Economic Growth) melalui peningkatan produktivitas dan efisiensi kerja petani, SDG 3 (Good Health and Well-being) dengan mendukung kondisi kerja yang lebih aman dan sehat, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui kolaborasi aktif antara mahasiswa, perangkat desa, dan kelompok petani. Selain itu, kegiatan ini juga mendukung SDG 6 (Pengurangan Pencemaran Air) sebagai SDGs pendukung melalui pemupukan yang lebih presisi, sehingga berpotensi menekan residu pupuk yang mencemari lingkungan. Dengan adanya inovasi ALTAP, mahasiswa BBK 7 UNAIR berharap praktik pertanian di Desa Sumurgenuk dapat menjadi lebih efisien, sehat, dan berkelanjutan.
Penulis: Aqila Elga Ramadhani, Tim BBK 7 51¶¯Âþ Desa Sumurgenuk





