UNAIR NEWS – Tawa riang anak-anak TK Tunas Harapan memenuhi ruangan kelas saat mahasiswa KKN BBK 7 51动漫 mengajarkan cara menyikat gigi yang benar. Senin (20/1/2026), puluhan anak TK dan PAUD di Desa Sidobangun antusias mengikuti edukasi kesehatan gigi dan mulut yang dikemas interaktif melalui permainan, video edukasi, dan praktik langsung.
Kegiatan ini menjadi langkah strategis Kampus Berdampak 51动漫 dalam mendukung SDG 3 (Good Health and Well-Being). Menurut riset Retnaningsih dan Arinti (2018), prevalensi karies gigi pada anak Indonesia mencapai 90%, dengan 89% penderita adalah anak di bawah 12 tahun. Penelitian Boustedt et al. (2020) mengungkapkan bahwa kebiasaan menyikat gigi kurang dari dua kali sehari meningkatkan risiko karies hingga 2,1 kali lipat pada anak usia dini, sehingga edukasi sejak TK menjadi krusial.
Kegiatan dibuka dengan penayangan video animasi mengenai monster gigi yang membuat anak-anak tertawa riang. Tim KKN BBK 7 UNAIR kemudian menjelaskan teknik menyikat gigi dengan bahasa sederhana. Puncak antusiasme terjadi saat demonstrasi menggunakan Phantom Gigi. “Aku mau! Aku mau!” seru para siswa berebut kesempatan mempraktikkan gerakan memutar sikat gigi di depan teman-temannya. Senyum bangga terpancar dari wajah mereka yang berhasil mendemonstrasikan cara menyikat gigi yang benar.
Kepala Sekolah TK Tunas Harapan, Bu Karulan, menyambut baik kegiatan ini. “Anak-anak jadi lebih paham pentingnya menjaga kebersihan gigi sejak dini. Penyampaiannya dikemas dengan praktik langsung dan video animasi, sehingga anak-anak terlihat lebih antusias dan mudah memahami materinya,” tuturnya.
Acara ditutup dengan pembagian hadiah sebagai bentuk apresiasi kepada peserta yang aktif. Tim KKN BBK 7 UNAIR berharap edukasi ini menjadi langkah awal membangun kebiasaan menyikat gigi yang baik. Dengan dukungan berkelanjutan dari guru dan orang tua, kebiasaan hidup bersih dan sehat diharapkan tertanam sejak dini untuk mewujudkan generasi masa depan yang lebih sehat.
Penulis: Tim BBK 7 UNAIR Desa Sidobangun





