UNAIR NEWS – Pemanfaatan teknologi digital dalam kegiatan ekonomi masyarakat desa masih menghadapi berbagai tantangan, terutama keterbatasan pemahaman pemasaran daring dan penggunaan sistem pembayaran non-tunai. Pola pemasaran konvensional serta dominasi transaksi tunai menyebabkan jangkauan pasar dan efisiensi usaha rumah tangga belum optimal. Kondisi tersebut mendorong mahasiswa BBK-7 UNAIR menghadirkan program DIGIMARK sebagai bentuk edukasi dan pendampingan ekonomi berbasis digital.
Program DIGIMARK berlangsung pada Kamis (22/1/2026) pukul 08.0011.00 WIB di Balai Desa Grajagan, Kecamatan Purwoharjo, Kabupaten Banyuwangi, dengan sasaran ibu-ibu PKK sebagai pelaku usaha potensial. Kegiatan meliputi sosialisasi pemasaran digital, pengenalan marketplace Shopee, dan pendampingan pembuatan QRIS hingga siap digunakan sebagai alat pembayaran digital.
DIGIMARK untuk UMKM
Salah satu penanggung jawab kegiatan, Maulita Fatikha, menyampaikan bahwa program DIGIMARK dirancang untuk membantu pelaku usaha desa agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, khususnya dalam pemasaran dan sistem pembayaran.
淢elalui program DIGIMARK, kami ingin membantu ibu-ibu PKK Desa Grajagan agar tidak hanya bergantung pada pemasaran konvensional. Dengan pemanfaatan marketplace dan QRIS, harapannya produk lokal dapat menjangkau pasar yang lebih luas serta transaksi menjadi lebih praktis dan efisien, ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pendampingan dilakukan secara bertahap agar peserta dapat memahami dan mengimplementasikan teknologi digital secara mandiri. 淜ami tidak hanya memberikan materi, tetapi juga mendampingi hingga proses pendaftaran marketplace dan pembuatan QRIS benar-benar selesai. Harapannya, setelah kegiatan ini, ibu-ibu PKK dapat mengelola usaha secara digital secara berkelanjutan, tambahnya.
Pemberdayaan Ekonomi Digital
Maulita Fatikha juga menjelaskan bahwa program DIGIMARK bertujuan meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan teknologi digital. Menurutnya, pemasaran daring dan penggunaan QRIS dapat menjadi solusi praktis bagi pelaku usaha kecil di desa.
淧emanfaatan platform digital diharapkan mampu membantu masyarakat menjangkau pasar yang lebih luas sekaligus mempermudah proses transaksi, ujar Maulita.
Senada dengan itu, Rusdiana Yuli Pristiawati menambahkan bahwa pendampingan dilakukan secara bertahap agar peserta lebih mudah memahami materi yang disampaikan. 淧endekatan langsung kami lakukan agar ibu-ibu PKK dapat mempraktikkan pemasaran digital dan penggunaan QRIS secara mandiri dalam menjalankan usaha mereka, jelasnya.
Pelaksanaan program DIGIMARK sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin 8, yaitu Decent Work and Economic Growth, melalui penguatan kapasitas usaha masyarakat serta peningkatan inklusi ekonomi berbasis digital. Keberlanjutan program ini diharapkan mampu mendorong transformasi ekonomi desa yang lebih adaptif, mandiri, dan berdaya saing di tengah perkembangan teknologi digital.
Penulis : Dheva Yudistira Maulana
Editor : Khefti Al Mawalia





