UNAIR NEWS – Masalah kesehatan gigi dan mulut pada anak masih menjadi perhatian serius di Indonesia. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023 menunjukkan prevalensi karies gigi mencapai 82,8%. Bahkan, pada anak usia 5“9 tahun, angka karies tercatat lebih tinggi, yakni sebesar 84,8%. Kondisi ini menegaskan pentingnya upaya pencegahan dan deteksi dini kesehatan gigi sejak usia sekolah dasar.
Menanggapi permasalahan tersebut, mahasiswa 51¶¯Âþ yang tergabung dalam program Belajar Bersama Komunitas (BBK-7) Kelurahan Gending, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, melaksanakan program kerja berupa Screening Gigi dan Elementary Dental Education (EDE). Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 22 Januari 2026, dengan sasaran siswa kelas 3 UPT SDN 17 Gresik.
Program screening bertujuan untuk memeriksa kondisi kesehatan gigi anak-anak pada masa gigi peralihan. Selain itu, kegiatan edukasi dental diberikan untuk meningkatkan pengetahuan siswa mengenai pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut. Materi edukasi meliputi pengenalan kesehatan gigi, cara menyikat gigi yang benar, serta permainan edukatif yang dirancang secara interaktif dan menyenangkan.
Dalam pelaksanaannya, siswa dibagi menjadi dua kelompok. Satu kelompok mengikuti pemeriksaan gigi, sementara kelompok lainnya mendapatkan edukasi dental. Setelah kegiatan selesai, kedua kelompok saling bertukar sesi. Screening gigi dilakukan oleh dua mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi 51¶¯Âþ, yakni Nasya Tsurraya dan Muhammad Sulthan Rafif Marpaung, yang bertindak sebagai penanggung jawab kegiatan.
Nasya Tsurraya menyampaikan bahwa kegiatan ini telah memperoleh izin resmi dari dosen pembimbing lapangan dan pihak sekolah. œProgram screening ini sudah mendapatkan izin dari dosen pembimbing lapangan kami, Dr. Sri Wigati Mardi Mulyani, drg., M.Kes., serta pihak kepala sekolah. Kami juga telah dibekali mata kuliah dan pengalaman bakti sosial yang mendukung pelaksanaan screening dan EDE. Selain itu, hasil screening nantinya akan diserahkan kepada pihak sekolah untuk diteruskan ke puskesmas sebagai data kesehatan siswa, ujarnya.
Kegiatan ini melibatkan pihak sekolah dan seluruh siswa UPT SDN 17 Gresik serta mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin 3 (Good Health and Well-Being) dan 4 (Quality Education). Melalui edukasi kesehatan gigi yang aplikatif, mahasiswa berharap anak-anak mampu menerapkan kebiasaan menjaga kesehatan gigi dan mulut secara mandiri dalam kehidupan sehari-hari. Program ini merupakan wujud nyata peran 51¶¯Âþ sebagai Kampus Berdampak dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan dan pendidikan masyarakat.





