UNAIR NEWS – Mahasiswa Belajar Bersama Komunitas (BBK) 7 51动漫 menyelenggarakan program kerja di bidang lingkungan serta ekonomi dengan judul Biowaste to Protein yang dilaksanakan di RT 02 RW 04 Kelurahan Kejawan Putih Tambak pada Kamis (15/1/2026). Kegiatan ini dirancang untuk mendorong reduksi limbah lingkungan serta membantu mengurangi pengurangan usaha makan yang ada di RT 02 dengan merivitalisasi budidaya maggot di RT 2.
Pelaksanaan program tersebut didasari oleh informasi yang didapat saat bertemu dengan ketua RT 02, Bapak Saiful, yang sudah pernah melakukan budidaya maggot tetapi saat ini berhenti, serta adanya budidaya ikan lele dan guppy di RT 2. Maka dari itu, mahasiswa BBK 7 UNAIR memandang perlunya merevitalisasi budidaya ini untuk membantu keberlanjutan konsumsi ramah lingkungan di RT 02.
Program Biowaste to Protein dilaksanakan melalui sebagai bentuk kolaborasi antara warga dan mahasiswa Dalam kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya memberikan bibit dan membantu memulai lagi budidaya maggot, tetapi juga memastikan produk yang diberikan berkelanjutan serta mendapat beberapa informasi yang lebih mendalam terkait proses budidaya dan potensi manfaatnya bagi warga dari Bapak Saiful.
Pelaksanaan kegiatan tersebut selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), terutama SDGs 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab serta SDGs 8 mengenai Pertumbuhan Ekonomi dan Pekerjaan yang Layak. Keterkaitan ini tercermin melalui proses budidaya maggot yang menggunakan sisa-sisa makanan berupa limbah organik, yang nantinya maggot bisa menjadi bahan pangan yang ramah lingkungan dan hemat biaya bagi budidaya ikan lele dan guppy yang sudah ada. Hal ini menekan baik pengeluaran limbah organik serta biaya usaha di RT 02.
Kegiatan diawali dengan mengunjungi langsung kediamanan Bapak Saiful selaku RT 20. Setelah bersalaman dan membahas terkait pengadaan kembali budidaya maggot, mahasiswa bersama Bapak Saiful melanjutkan kegiatan dengan mempersiapkan wadah-wadah dan memberikat bebet kepada maggot yang sudah disediakan. Dilanjutkan dengan sesi sosialisasi terkait tahap-tahap budidaya maggot dan juga potensi manfaat baik sebagai pakan ternak dan pengolah limbah organik alami, serta manfaat kedepannya bagi warga RW 02.
Dosen Pembimbing Kelompok Kejawan Putih Tambak, Dr. Miyayu Soneta Sofyan, drh., M.Vet, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata pengabdian mahasiswa kepada masyarakat. Kegiatan ditutup dengan dokumentasi mahasiswa dengan Ketua RT 02. Melalui inisiatif ini, mahasiswa berharap masyarakat mampu mengelola limbah organik secara lebih mandiri.
Penulis: Ryanta Septario





