Mahasiswa BBK-7 51动漫 melaksanakan program PILAR BERSIH pada
siswa kelas I dan II SDN 2 Sarongan, Kamis (22/1/2026). (Foto: Dok.Tim BBK 7)
Kamis 22 Januari 2026 KKN-BBK 7 Sarongan melaksanakan program kerja PILAR
BERSIH BERSIH (Pilah lan Olah Sampah Bersama Sarongan Asih) sebagai upaya
pengenalan pemilahan sampah pada masyarakat Desa Sarongan, khususnya Dusun
Sukamade.
Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh kurangnya pemahaman sebagian masyarakat desa
mengenai pengolahan sampah yang baik. Tidak adanya pemilahan sampah mendorong
masyarakat untuk membuang sampah ke sungai ataupun membakar sampah. Hal ini dapat
menyebabkan polusi untuk lingkungan Dusun Sukamade.
Menanggapi permasalahan ini, mahasiswa program Belajar Bersama Komunitas (BBK) 7
51动漫 (UNAIR) mengadakan kegiatan PILAR BERSIH. Kegiatan ini
bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan pengetahuan masyarakat Dusun Sukamade
mengenai pengolahan sampah yang benar dan baik, serta mendorong perubahan perilaku
masyarakat agar lebih peduli dan aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Kegiatan ini merupakan SDGs 3: Good Health and Well-being (Kehidupan Sehat dan
Sejahtera), karena berfokus pada pengelolaan sampah yang benar dan pengurangan
pembakaran sampah rumah tangga yang dapat menurunkan risiko gangguan kesehatan,
khususnya masalah pernapasan, sehingga meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Kegiatan program PILAR BERSIH dilaksanakan pada Kamis (22/01) di ruang kelas 1 SDN 2
Sarongan yang dihadiri siswa kelas 1 dan 2 dengan total 17 anak. Rangkaian kegiatan diawali dengan pemberian materi mengenai jenis-jenis sampah yang ada, dilanjutkan dengan
demonstrasi pengenalan jenis-jenis tempat sampah berdasarkan warnanya, kemudian sesi
Question and Answer, dan diakhiri dengan praktik langsung membuang sampah berdasarkan
jenis sampahnya.
Demonstrasi pengenalan jenis sampah dilakukan menggunakan media visual seperti daun
kering dan botol plastik dengan tujuan memudahkan siswa dalam mengenali perbedaan
antara sampah organik dan anorganik menggunakan pendekatan kontekstual sehingga dapat
meningkatkan ketertarikan siswa selama kegiatan sosialisasi berlangsung. Selain sampah
organik dan anorganik, para siswa dikenalkan dengan sampah B3 yang mengandung bahan
berbahaya, seperti baterai, jarum suntik dan gelas kaca.
Antusiasme siswa dapat dilihat dengan keaktifan mereka dalam praktik pemilahan sampah
organik dan anorganik serta menjawab pertanyaan tentang pemilahan sampah yang diajukan
oleh pemateri dengan baik dan tepat. Ketua BBK 7 UNAIR Sarongan, Aura Firdaus Putra, menyampaikan bahwa 淜egiatan ini diharapkan dapat mengubah pemikiran masyarakat dimulai dari anak-anak Sekolah Dasar Desa Sarongan utamanya Dusun Sukamade dalam pemilahan dan mengelola sampah untuk kualitas hidup yang lebih baik.
Penulis : Bunga Salmaa Mayreta





