51动漫

51动漫 Official Website

Mahasiswa BBK Bantu Perluas Jaringan Pasar Pelaku Usaha Lewat UMKM Go Digital

Proses pemadatan adonan keripik kedelai. (Foto: Tim KKN BBK)
Proses pemadatan adonan keripik kedelai. (Foto: Tim KKN BBK)

UNAIR NEWS – Di era digital seperti saat ini, transformasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) ke pasar online telah menjadi kebutuhan. Hal ini mendorong program UMKM Go Digital inisiasi mahasiswa UNAIR di Desa Pugeran, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto. Kegiatan ini berfokus pada upaya mendigitalisasi UMKM keripik kedelai setempat.

UMKM Go Digital merupakan sebuah program yang bertujuan untuk mendorong pelaku UMKM keripik kedelai Desa Pugeran agar memanfaatkan teknologi digital dalam mengembangkan usaha mereka. Program ini dirancang untuk membantu pelaku usaha keripik kedelai Desa Pugeran masuk ke pasar online melalui platform e-commerce dan media sosial seperti Shopee dan Instagram. Program ini terlaksana di Desa Pugeran, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto pada hari Kamis (23/1/2025).

淒alam program UMKM Go Digital ini, kami memberikan pelatihan kepada pelaku UMKM keripik kedelai setempat mengenai cara membuat akun marketplace, mengelola toko online, hingga strategi pemasaran digital. Harapannya, program ini dapat meningkatkan daya saing dan memaksimalkan potensi pemasaran produk secara daring. Program ini merupakan salah satu upaya kelompok kami untuk mendukung pengembangan UMKM di era digital, ujar Syahrul Sutan Aslam, Ketua KKN-BBK 5 UNAIR Desa Pugeran.

Syahrul menambahkan, program ini melibatkan generasi muda. Khususnya anak pemilik usaha yang lebih akrab dengan teknologi sebagai salah satu potensi untuk pengembangan toko online. 淏eberapa pelaku UMKM menghadapi kesulitan dalam memahami teknis penggunaan aplikasi e-commerce. Namun, anak-anak mereka sering kali lebih memahami cara kerja teknologi. Hal ini dapat menjadi peluang yang besar bagi keberlanjutan usaha mereka, imbuhnya.

Foto bersama pasca pelatihan membuat akun Shopee dan Instagram (Foto: Tim KKN BBK)
Foto bersama pasca pelatihan membuat akun Shopee dan Instagram (Foto: Tim KKN BBK)

Dengan pelatihan yang tepat, para generasi muda tersebut harapannya dapat membantu menjelaskan teknis penggunaan aplikasi e-commerce atau media sosial secara sederhana kepada orang tua mereka. Hal ini menjadi motivasi bagi pemilik usaha untuk lebih terbuka terhadap teknologi yang sering kali dianggap sulit dan rumit.

淜ami ingin anak-anak ini memiliki tanggung jawab untuk memajukan usaha keluarga mereka. Dengan kemampuan teknologi yang mereka miliki, mereka dapat menjadi penghubung antara kebutuhan modern dan tradisi usaha keluarga yang telah lama berjalan, tambah Syahrul.

Pandangan ini sejalan dengan pengalaman para pemilik usaha yang merasakan langsung tantangan adaptasi terhadap teknologi. 淪aya menyadari bahwa perkembangan teknologi semakin pesat dan banyak pelaku UMKM. Seperti saya ini tertinggal karena kurang memahami cara memanfaatkan teknologi digital. Jadi, saya menyarankan agar anak saya saja yang dilibatkan dalam pelatihan ini. Karena anak saya yang memang lebih terbiasa dengan smartphone dan media social, pungkas Sri, pemilik UMKM keripik kedelai.

Program UMKM Go Digital di Desa Pugeran menjadikan kolaborasi antar-generasi yang dapat menjadi keberlanjutan dan perkembangan usaha di era digital. Dengan keterlibatan anak-anak muda yang lebih melek teknologi, juga semangat para pelaku usaha untuk terus belajar, transformasi digital bukan lagi jadi hambatan. Tetapi justru menjadi peluang besar untuk membawa UMKM lokal ke level yang lebih tinggi.

Penulis: Naura Qatrunnada Salsabila

Editor: Yulia Rohmawati

AKSES CEPAT