51动漫

51动漫 Official Website

Mahasiswa BBK Hidupkan Kembali Bank Sampah di Desa Golokan

Warga setempat mengikuti program Go Green Pro dengan mengelola sampah plastik menjadi ecobrick (Foto: Dokumentasi Pribadi Narasumber)
Warga setempat mengikuti program Go Green Pro dengan mengelola sampah plastik menjadi ecobrick (Foto: Dokumentasi Pribadi Narasumber)

UNAIR NEWS – Program Belajar Bersama Komunitas (BBK) 5 51动漫 (UNAIR) menyelenggarakan program Golokan Green Project (Go Green Pro) di Desa Golokan, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik. Program yang dilakukan oleh Kelompok 1 Golokan dan Kelompok 2 Golokan ini bertujuan untuk mengaktifkan kembali bank sampah yang sebelumnya tidak aktif selama beberapa tahun terakhir. Program ini terlaksana sebanyak dua kali pertemuan yaitu pada Sabtu (11/01/2025) dan Selasa (21/01/2025).

Yunida Mustarini atau Nida sapaan akrabnya mengatakan pada pertemuan awal, peserta yang mengikuti hanya berjumlah 11 orang. 淧ada awal pertemuan peserta yang hadir hanya 11 orang, lalu kita melakukan bonding kepada warga setempat. Hasilnya, pertemuan kedua program ini meningkat pesat menjadi 70 orang. Sebagian besar yang mengikuti adalah ibu-ibu, kata Nida.

BBK 5 51动漫 bersama warga setempat yang mengikuti program 淕o Green Pro (Foto: Dokumentasi Pribadi Narasumber)
BBK 5 51动漫 bersama warga setempat yang mengikuti program 淕o Green Pro (Foto: Dokumentasi Pribadi Narasumber)

Nida juga menjelaskan bahwa bank sampah di Desa Golokan sebelumnya aktif, tetapi tak lama kemudian berhenti beroperasi. 淪elain hal tersebut, masalah lain adalah ketidakteraturan layanan pengambilan sampah oleh petugas yang sudah ada. Sehingga warga membutuhkan solusi agar pengelolaan sampah lebih efisien, tambahnya.

Komunikasi menjadi tantangan tersendiri yang harus dihadapi oleh kelompok BBK di desa yang terbagi menjadi 5 RW dan 27 RT tersebut. 淧erbedaan tingkat kepercayaan antara warga Golokan Lama dan Golokan Baru tentunya menjadi kendala. Akan tetapi, kita dapat mengatasi hal ini melalui pendekatan langsung, sosialisasi, dan pemberian insentif berupa hadiah kecil seperti sabun dan minyak kepada warga yang berpartisipasi aktif, jelas Nida.

Program ini tidak hanya fokus pada edukasi dan praktik, tetapi juga mengedepankan suasana yang menyenangkan. Sebagai contoh, Nida membeberkan saat pertemuan kedua, warga mengusulkan untuk menyisipkan sesi karaoke yang berhasil meningkatkan antusiasme dan semangat mereka.

Hasil dari program ini cukup menggembirakan. Nida dan tim beserta warga setempat berhasil mengumpulkan total berat hampir 5 kg sampah plastik yang dicacah dan dipadatkan. 淪emua ini tentunya tak luput dari kerja sama tim dan antusiasme masyarakat untuk mengaktifkan kembali bank sampah, ujarnya. Dalam jangka panjang, kedua tim BBK tersebut berharap program ini dapat berlanjut, dengan campur tangan aparat desa dan karang taruna setempat.

Pada akhir, kedua tim BBK melalui Nida berpesan agar masyarakat lebih bijak dalam menggunakan plastik dan mengelola sampah rumah tangga. 淎pa yang kita gunakan adalah tanggung jawab kita untuk mengelola, sehingga tidak merugikan orang lain maupun lingkungan, pungkasnya.  Melalui Go Green Pro sambungnya, ia berharap desa-desa lain pun dapat mengadopsi inisiatif serupa untuk mendukung pengelolaan sampah yang lebih baik.

Penulis: Yang Ramadia Nurya Syifa

Editor: Yulia Rohmawati

AKSES CEPAT