UNAIR NEWS Mahasiswa 51动漫 (UNAIR) sukses melaksanakan kegiatan bertema lingkungan hidup di SDN 1 Bulurejo, Banyuwangi, pada Kamis (16/1/2025). Bertajuk Sekolah Alam, kegiatan itu bertujuan untuk mengedukasi siswa tentang pentingnya pemilahan sampah sekaligus memberikan pengalaman kreatif melalui aktivitas menghias tong sampah.
Andre, Ketua Kelompok , mengungkap bahwa kegiatan itu dirancang untuk meningkatkan kesadaran lingkungan sejak usia dini. 淜ami ingin mengenalkan konsep cinta lingkungan kepada adik-adik dengan cara yang menarik dan interaktif. Selain itu, kegiatan ini mendukung program Banyuwangi Hijau yang dicanangkan pemerintah kabupaten, jelasnya.
Edukasi Pemilahan Sampah
Kegiatan diawali dengan sesi edukasi mengenai pemilahan sampah. Dalam sesi ini, mahasiswa BBK-5 UNAIR menjelaskan tentang tiga jenis sampah utama, yaitu organik, anorganik, dan bahan berbahaya beracun (B3). Siswa diajak memahami perbedaan dan dampak dari setiap jenis sampah, serta bagaimana cara memisahkannya dengan benar.
Materi itu disampaikan secara sederhana dan diselingi dengan tanya jawab untuk meningkatkan partisipasi siswa. 淜ami ingin siswa memahami bahwa memilah sampah bukan hanya tanggung jawab orang dewasa, tetapi juga anak-anak, ungkapnya.
Kreativitas Menghias Tong Sampah
Aktivitas berlanjut dengan menghias tong sampah. Mahasiswa membagi siswa ke dalam beberapa kelompok, masing-masing bertugas menghias tong sampah organik, anorganik, dan B3.
Tong sampah organik diberi warna hijau, anorganik kuning, dan B3 merah. Dengan antusias, siswa melukis dan menggambar di permukaan tong sampah menggunakan cat warna-warni. Kegiatan itu tidak hanya melatih kreativitas siswa, tetapi juga memberikan rasa kepemilikan terhadap tong sampah yang mereka hias.
Tong sampah yang telah dihias kemudian ditempatkan di beberapa titik strategis. Kepala SDN 1 Bulurejo, Sri Wahyuni, menyampaikan apresiasinya atas program ini. 淜egiatan ini sangat bermanfaat, terutama dalam membentuk kebiasaan siswa untuk memilah sampah. Kami harap ini menjadi langkah awal menuju lingkungan sekolah yang lebih bersih, ujarnya.
Penulis:
Editor: Khefti Al Mawalia





