UNAIR NEWS – Kelompok BBK-4 UNAIR dari desa Kaligung, Kabupaten Banyuwangi memiliki program yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas UMKM. Mereka beranggotakan Najwa Urfa Anggraeny sekaligus sebagai ketua kelompok (), Faiz Bramantyo Aufa (FH), Lea Wiraputri Yohanes (), Akhmad Adam Mahendra (FK), Alvin Dwi Cahya (), Salma Dina Adila Burhani (), Salsabila Cahaya Putri Jouhar (FISIP), Annisa Salwa Amalia (FISIP), Vanella Putri Giyartiningtiyas (), dan Maswiya Indrianti ()
Najwa Urfa Anggraeny yang akrab dipanggil Urfa menjelaskan bahwa program yang mereka buat yakni NIB preneur : Legalitas untuk UKM Berkelas. Garis besar dari program ini yaitu memberikan wadah bagi UMKM untuk didaftarkan dan mendapat perlindungan hukum berupa Nomor Induk Berusaha (NIB).
Potensi Berusaha
Urfa menjelaskan bahwa Desa Kaligung, Banyuwangi memiliki banyak pelaku UMKM, namun disayangkan jika potensi UMKM tidak dimaksimalkan. UMKM yang menjadi fokus program ini yaitu di sektor konveksi. Ia menambahkan bahwa ketika UMKM pada sektor konveksi telah mendapatkan NIB, akan sangat mempermudah untuk kegiatan ekspor-impor.
淢elalui program yang kami buat, akan sangat menguntungkan dari segi peningkatan perekonomian di Desa Kaligung dan mampu meningkatkan kualitas kesejahteraan masyarakat. Kami percaya setelah mendapatkan NIB, pelaku UMKM lebih mudah mendapatkan akses dari pemerintah seperti bimbingan teknis dan sistem permodalan, ucapnya.
Urfa mengungkapkan bahwa proses persiapan selama tujuh hari, mulai dari pendataan jumlah UMKM hingga proses percobaan aplikasi OSS. Kerja sama antara aparatur desa dengan masyarakat sebagai pelaku UMKM, menjadi kunci kesuksesan program ini.
淢eskipun kami berfokus pada UMKM sektor konveksi, kami membatasi bagi sektor lainnya untuk ikut serta mendaftarkan UMKM mendapatkan NIB. Kendala terbesar yang kami hadapi yaitu terdapat UMKM yang karakteristik besar dan menengah, sehingga kami membedakan data sesuai dengan karakteristiknya, ungkapnya.
Bentuk Pengabdian Masyarakat
Urfa mengatakan bahwa program ini sejalan dengan semangat motto UNAIR yaitu 榤orality, karena sebagai bentuk pengabdian mahasiswa terhadap masyarakat. Program ini mempunyai sistem kerja untuk berfokus pada pelatihan, pendampingan, dan konsultasi, maka pelaku UMKM memperoleh pengetahuan dan keterampilan, sehingga lebih profesional dan berdaya saing.
淜ami berharap melalui terselenggaranya program ini, mampu menciptakan ekosistem bisnis yang lebih baik, khususnya bagi pemilik UMKM. Pelaku UMKM yang memiliki NIB, nantinya mampu bersaing dengan skala perdagangan lebih luas, sehingga mampu memberikan lapangan kerja baru bagi masyarakat sekitar, pungkasnya.
Penulis : M. Akmal Syawal
Editor : Khefti Al Mawalia





