51¶¯Âþ

51¶¯Âþ Official Website

Mahasiswa BBK UNAIR Dobrak Stigma Lewat Edukasi Seksual Senyuman

UNAIR NEWS “ Tingginya angka kekerasan seksual yang melibatkan anak-anak sebagai korban menjadi isu krusial yang menuntut perhatian serius. Sayangnya, upaya pencegahan sering kali terhambat oleh anggapan bahwa pendidikan seksual (sex education) dan konsep persetujuan (consent) adalah hal yang tabu untuk dibicarakan dengan anak usia dini. Menyikapi realitas tersebut, mahasiswa 51¶¯Âþ (UNAIR) yang tergabung dalam Kelompok 2 Belajar Bersama Komunitas (BBK) 7 Kalisari menginisiasi program kerja œSENYUMAN (Seksual Edukasi Nyaman). Kegiatan ini dilaksanakan di SD Al-Huda, Kelurahan Kalisari, pada Kamis (15/1/2026).

Edukasi yang Menyenangkan dan Inklusif Menyasar siswa kelas 4 dan 5 sekolah dasar, program SENYUMAN hadir dengan pendekatan yang ramah anak. Penanggung Jawab Kegiatan, Zahra Hanifa Ramadhani, menjelaskan bahwa metode penyampaian materi dirancang secara interaktif untuk memecah kejenuhan sekaligus memudahkan pemahaman siswa terhadap materi yang sensitif.

œKami menggunakan metode presentasi yang menyenangkan (fun presentation) serta mengenalkan lagu ˜Area Privasi™. Melalui lagu ini, anak-anak diajarkan untuk mengenali bagian tubuh mana yang boleh disentuh dan mana yang merupakan area pribadi yang mutlak tidak boleh disentuh orang lain, jelas Zahra.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa tidak hanya memberikan teori satu arah. Siswa diajak berdialog aktif mengenai batasan-batasan dalam pergaulan (boundaries). Suasana kelas berlangsung hidup ketika para siswa dengan antusias melontarkan pertanyaan dan beberapa di antaranya memberanikan diri berbagi pengalaman pribadi terkait interaksi sosial mereka sehari-hari.

Upaya Menghapus Stigma Program ini bukan sekadar transfer pengetahuan, melainkan sebuah upaya kultural untuk mengubah persepsi. Zahra menekankan pentingnya normalisasi diskusi kesehatan reproduksi dan keamanan diri sejak dini.

œKe depannya, kegiatan ini diharapkan dapat menghilangkan stigma tabu mengenai edukasi seksual atau consent untuk anak-anak, sehingga mereka memiliki bekal pertahanan diri yang kuat, tegasnya.

Respons positif tidak hanya datang dari antusiasme siswa, tetapi juga apresiasi dari pihak sekolah yang memandang kegiatan ini sebagai suplemen penting di luar kurikulum akademik. Melalui program SENYUMAN, mahasiswa UNAIR turut berkontribusi nyata dalam pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Poin 4 (Quality Education) melalui penyediaan akses pendidikan yang relevan, serta Poin 10 (Reduced Inequalities) dengan memastikan setiap anak, tanpa memandang latar belakang, mendapatkan hak informasi yang sama demi keselamatan mereka.

AKSES CEPAT