UNAIR NEWS Himpunan Mahasiswa Biologi (HIMBIO) 51动漫 (UNAIR) kembali menegaskan komitmennya dalam mengembangkan metode pembelajaran biologi yang aplikatif melalui kegiatan lapangan bertajuk 淏eestrip 2025. Acara yang berfokus pada ilmu terapan ini berhasil menarik antusiasme puluhan mahasiswa Departemen Biologi UNAIR. Beestrip kali ini terlaksana di lokasi strategis, yakni Brian Horty Farm, Wonosalam, Jombang, Sabtu (20/9/2025).
Kolaborasi Aktif dan Tujuan Pembelajaran
Kegiatan Beestrip 2025 merupakan hasil kolaborasi sinergis antara Departemen Riset dan Inovasi (Risnov) serta Departemen Akademik HIMBIO. Tujuan utama dari inisiatif ini adalah memberikan pengalaman belajar langsung (hands-on experience) di lapangan. Khususnya dalam bidang ilmu biologi terapan, pertanian, dan perikanan. Dengan membawa mahasiswa langsung ke pusat praktik, acara ini harapannya mampu menjembatani pemahaman teoritis yang didapat di kampus dengan implementasi praktis di dunia kerja. Mahasiswa didorong untuk melihat dan mempraktikkan secara langsung berbagai ilmu biologi terapan yang diterapkan dalam sektor pertanian terpadu.
Selama satu hari penuh, para peserta Beestrip 2025 memperoleh kesempatan berharga untuk mendalami berbagai ilmu biologi terapan dari para praktisi yang berpengalaman di Brian Horty Farm.
Teknik Grafting (Sambung Pucuk) pada Tanaman Durian
Mahasiswa tidak hanya mendengarkan teori, tetapi juga mempraktikkan teknik penyambungan dua jenis tanaman menjadi satu individu baru. Teknik ini berguna untuk mempertahankan sifat unggul tanaman induk dan mempercepat masa panen. Praktisi menjelaskan secara rinci mengenai tahap perawatan dan pembesaran bibit durian hasil grafting. Achmad Bachtiar, salah satu peserta, mengungkapkan pengalamannya, “Saya baru pertama kali mencoba grafting langsung di lapangan. Ternyata praktiknya menantang, tapi sangat menarik dan membuka wawasan baru,” ungkapnya dengan antusias.
Sistem Hidroponik Sayuran

Peserta mempelajari manajemen dan implementasi sistem penanaman tanpa tanah. Praktisi menjelaskan cara meracik nutrisi AB Mix yang tepat, memelihara kualitas air, hingga teknik pencegahan hama dan penyakit pada sayuran seperti selada dan sawi. Fokusnya adalah pada efisiensi penggunaan air dan lahan.
Manajemen Pemupukan Organik
Sesi ini berfokus pada pentingnya pertanian berkelanjutan. Mahasiswa Biologi UNAIR mendengarkan penjelasan langsung dari praktisi pertanian mengenai proses pembuatan dan penerapan pupuk organik, termasuk kompos dan pupuk cair. Penekanan diberikan pada bagaimana pupuk organik dapat meningkatkan kualitas tanah dan produk pertanian tanpa meninggalkan residu kimia berbahaya.
Penerapan Sistem Bioflok pada Budidaya Ikan Lele
Dalam aspek perikanan, mahasiswa mendalami teknologi bioflok yang merupakan inovasi dalam budidaya ikan. Sistem ini memanfaatkan mikroorganisme (flok) untuk mengolah limbah budidaya menjadi pakan alami, sehingga dapat menghemat air, menekan biaya pakan, dan meningkatkan kepadatan tebar ikan. Mahasiswa mempelajari cara menjaga keseimbangan ekosistem mikroba dalam kolam, yang merupakan kunci keberhasilan sistem bioflok.
Setiap sesi praktik lapangan dipandu langsung oleh praktisi pertanian dan peternakan yang berpengalaman. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya mendapatkan pemahaman teoritis yang kuat. Tetapi juga memperoleh keterampilan teknis yang sangat relevan dan dibutuhkan di lapangan kerja.
Visi Pengembangan Kompetensi dan Kontribusi SDGs
Kegiatan Beestrip 2025 ini ditutup dengan sesi refleksi dan diskusi bersama antara peserta dan dosen pendamping. Dalam sesi ini, mahasiswa berbagi pengalaman yang mereka dapatkan, memberikan feedback, dan menyampaikan ide-ide inovatif untuk pengembangan kegiatan serupa di masa mendatang.
Ketua panitia Beestrip 2025, Aulia Maqdum Ahsani, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan jembatan penting antara kurikulum di kampus dan implementasi di dunia nyata. “Kami ingin teman-teman Biologi tidak hanya belajar teori, tapi juga memahami bagaimana ilmu itu bisa diterapkan langsung di lapangan,” ujarnya.
Melalui Beestrip, HIMBIO UNAIR berharap dapat secara konsisten menghadirkan model pembelajaran biologi yang interaktif, aplikatif, dan berorientasi pada peningkatan kompetensi mahasiswa. Lulusan Biologi UNAIR diharapkan menjadi generasi yang memiliki kesiapan tinggi dalam menghadapi tantangan dunia kerja modern dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan ilmu pengetahuan serta keberlanjutan lingkungan.
Secara lebih luas, Beestrip 2025 juga selaras dengan upaya pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) global. Secara spesifik, kegiatan ini berkontribusi pada beberapa tujuan penting Pembangunan Berkelanjutan. Antara lain Tujuan ke-2 (Zero Hunger) yang terimplementasi melalui penerapan ilmu terapan di bidang pertanian berkelanjutan seperti grafting, hidroponik, dan pemupukan organik. Tujuan ke-12 (Responsible Consumption and Production) dengan mempromosikan praktik pertanian dan perikanan yang efisien dan ramah lingkungan. Kemudian, tujuan ke-15 (Life on Land) dengan fokus pada teknik pertanian berkelanjutan yang menjaga kualitas ekosistem darat. Tujuan ke-14 (Life Below Water): Melalui penerapan sistem bioflok yang dianggap ramah lingkungan dan lebih hemat air untuk budidaya ikan.
Dengan demikian, Beestrip 2025 berhasil sekadar wadah pembelajaran bagi mahasiswa Biologi. Beestrip juga menjadi bukti tindakan nyata Mahasiswa Biologi UNAIR dalam mendukung pembangunan berkelanjutan dan menjaga keseimbangan ekosistem bumi.
Penulis: Tim Beestrip
Editor: Yulia Rohmawati





