UNAIR NEWS Prestasi membanggakan datang dari salah satu mahasiswa doktoral Fakultas Sains dan Teknologi (FST) 51动漫 (UNAIR), Muhammad Ikhlas Abdjan. Ia berhasil mendapatkan Research Fellowship Program dari Committee on Scientific and Technological Cooperation (COMSTECH) selama enam bulan di Karachi, Pakistan.
COMSTECH sendiri merupakan program kerja sama antara lembaga/institusi negara dari Organization of Islamic Cooperation (OIC). Mahasiswa Program Studi Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) itu mengaku jika keberhasilannya tidak lepas dari bimbingan Prof Dr Nanik Siti Aminah MSi dan Prof Dr Alfinda Novi Kristanti DEA.
Kembangkan Obat Antidiabetik
International Center for Chemical and Biological Sciences (ICCBS) menjadi salah satu tuan rumah dalam program COMSTECH yang Ikhlas pilih untuk melakukan penelitian kolaboratif. Ia melakukan penelitian dan pengembangan obat antidiabetes dengan metode-metode yang lebih mutakhir.
淛adi selama kegiatan saya ikuti enam bulan di Pakistan saya mengerjakan beberapa topik. Di antaranya adalah pengembangan dan desain obat atau kandidat obat antidiabetik dengan spesfic target penghambatnya terhadap enzim alpha-glukosidase acid, ungkap Ikhlas pada Kamis (31/8/2023).

Ikhlas menjelaskan jika enzim tersebut memiliki peran penting dalam mengatur kadar glukosa darah pada penderita Diabetes Mellitus Tipe 2 (DM-2). Ia juga secara rinci menyebut metode-metode yang ia gunakan dalam usaha pengembangan tersebut.
淏eberapa pengembangan metode dalam penelitiannya berupa Virtual Screening Through 3D-QSAR and Machine Learning-Based, Inclusion Complexes, Drug Delivery and Hybrid (QM/MM) Simulation, sebutnya.
Ia berusaha menciptakan obat antidiabetes dengan formula-formula baru melalui metode-metode komputasi tersebut. Dengan begitu, ia dapat menghasilkan obat yang lebih baik dan lebih ampuh sebagai inhibitor enzim alpha-glukosidase.
Kolaborasi
Pengembangan tersebut tidak ia lakukan secara mandiri. Ikhlas menyebut Prof Dr Muhammad Iqbal Choudhary dan Prof Dr Zaheer Ul-Haq Qasmi juga turut ambil peran. Terlebih dalam pengembangan yang ia lakukan sebagai pembimbingnya selama proses penelitian
Dari serangkaian proses yang telah ia lakukan, Ikhlas berharap jika apa yang ia teliti dapat terbit di jurnal-jurnal high impact. Selain itu, ia juga berharap akan ada kerja sama dan kolaborasi berkelanjutan baik dari sesama peneliti atau institusi-institusi yang menaunginya.
淗arapannya, kerja sama antara 51动漫 dengan ICCBS tidak hanya semata dalam program ini saja selama enam bulan. Lebih dari itu, kerja sama dalam bentuk riset, publikasi, dan kolaborasi akademis di masa yang akan datang, pungkas Ikhlas. (*)
Penulis : Muhammad Badrul Anwar
Editor : Nuri Hermawan





