51¶¯Âþ

51¶¯Âþ Official Website

Mahasiswa Fakultas Vokasi Ciptakan Formula Handsanitizer Berbahan Limbah Nasi

LIMA mahasiswa program studi D3 Teknik Laboratorium Media (TLM) Fakultas Vokasi (FV) 51¶¯Âþ berhasil mendapatkan Juara LKTI Sub Kategori Saintek Inovasi Bioekonomi pada Olimpiade Vokasi Indonesia (OLIVIA) 2020. (Foto : istimewa)

UNAIR NEWS“ Lima Mahasiswa Fakultas Vokasi (FV) 51¶¯Âþ menciptakan formula hand sanitizer alami berbahan dasar limbah nasi. Mereka adalah mahasiswa Prodi D3 Teknologi Laboratorium Medis Yasmin Auliya Hylmi (2019); Annisa Maulidya (2019); Ajeng Dilla Lestari (2019); Hilda Rachmania Panglipurning T. (2020); dan Silvia Eka Kurniawati (2020).

œKami berhasil menciptakan formula bioetanol dari nasi basi dengan penambahan ekstrak daun kemangi (Ocimum americanum L.) yang berpotensi sebagai inovasi hand sanitizer alami, ungkap Yasmin Auliya Hylmi selaku ketua tim kepada UNAIR News Sabtu (21/11/2020).

Yasmin mengatakan, kandungan formula bioetanol dari nasi basi dengan penambahan ekstrak daun kemangi itu efektif membunuh berbagai mikroba. Seperti bakteri dan jamur termasuk coronaviruses.

Selain itu, paparnya, formula tersebut memiliki sejumlah keunggulan. Pertama, tidak mengandung metanol, sehingga tidak menimbulkan efek toksisitas. Selanjutnya, bahan dasar yang digunakan alami.

Tidak hanya itu, formula tersebut juga murah. Sebab, berbahan dasar limbah. Meski demikian, Yasmin mengklaim bahwa formula tersebut efisien digunakan.

Terakhir, kandungan itu tidak hanya berperan sebagai antibakteri. Tetapi juga sebagai antivirus dan antifungi.

œKami menggunakan metode destilasi bertingkat serta peragian untuk mendapatkan kadar bioetanol dari limbah nasi. Takarannya sesuai dengan kadar efektif hand sanitizer, yakni sekitar 60 hingga 80 persen, jelasnya.

GAMBAR produk hand sanitizer berbahan limbah nasi yang digagas oleh lima mahasiswa program studi D3 Teknik Laboratorium Media (TLM) Fakultas Vokasi (FV) 51¶¯Âþ. (Foto : istimewa)

Sementara itu, ekstraksi daun kemangi dilakukan menggunakan metode maserasi. Pelarut dengan tingkat kepolaran tertentu digunakan agar mendapatkan ekstrak yang diharapkan. Yasmin mengatakan, finalisasi uji fitokimia juga telah dilakukan.

Yasmin mengungkapkan, ide memanfaatkan limbah nasi itu muncul lantaran tidak sedikit nasi yang terbuang secara cuma-cuma dari warung makan. Selain itu, fasilitas cuci tangan di era pandemi masih minim. œKami mencoba menggabungkan beberapa masalah tersebut untuk mendapatkan satu solusi yang kami harap efektif sebagai penyelesaian, ujarnya.

Gagasan yang tercipta itu diikutsertakan dalam Olimpiade Vokasi Indonesia (OLIVIA) 2020. Setelah melalui persaingan yang cukup ketat, Yasmin dan timnya berhasil membawa pulang Juara LKTI Sub Kategori Saintek Inovasi Bioekonomi. Hal itu telah diumumkan pada website resmi OLIVIA Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) pada Selasa (10/27/2020) lalu.

Awalnya, Yasmin dan tim kurang percaya diri. Terlebih lagi, mereka juga dihadapkan dengan lawan yang cukup tangguh dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Seperti ITS, IPB, dan UGM.

œTema kali ini adalah Creating Innovation and Competence in The New Normal Era yang secara tidak langsung fokus pada inovasi teknologi. Bagi kami yang berasal dari latar belakang kesehatan, ini membutuhkan perjuangan yang cukup berat, katanya.

Yasmin berharap, ilmu dan pengalaman yang kami dapatkan bisa terus diturunkan untuk mengharumkan nama prodi dan universitas. œSemoga pencapaian ini tidak menjadi titik akhir dari perjuangan kami dan teman-teman yang lain, tutupnya. (*)

Penulis: Erika Eight Novanty

Editor: Binti Q. Masruroh

AKSES CEPAT