UNAIR NEWS Reza Septa Yuwono, mahasiswa S-1 Fakultas Hukum 51动漫 patut berbangga menjadi salah satu bagian dari satria Airlangga yang turut mendorong pengakuan UNAIR di mata Internasional. Hal ini ia tunjukkan pada kegiatan simposium internasional yang bertempat di Universitas Hong Kong. Acara yang berlangsung sejak 8-10 September lalu, diadakan oleh Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) se-Asia dan Oseania.
淪imposium ini merupakan inisiatif dari PPI kawasan Asia Oseania untuk mengumpulkan mahasiswa Indonesia dari berbagai negara di kawasan Asia Pasifik. Tujuannya, untuk berdialog mengenai topik kemaritiman, dan diharapkan dapat memberi pencerahan kepada dunia maritim Indonesia kedepan, ujar Reza yang pernah mengikuti pertukaran mahasiswa di Sias International University, Tiongkok, pada 2014-2015 silam.
Acara yang mengangkat tajuk 淜etahanan dan Pemberdayaan Kemaritiman Indonesia Menuju Poros Kekuatan Maritim Dunia dengan tuan rumah PPI Tiongkok ini, menghadirkan pembicara yang beragam, baik dari Indonesia maupun macanegara, terlebih mereka yang pakar dalam bidang maritim dan yang berhubungan dengan kemaritiman. Diantaranya ahli hukum maritim Indonesia, pakar bidang pariwisata dan lingkungan.
Selama tiga hari di Hong Kong, Reza mengikuti beragam rangkaian acara meliputi diskusi panel, presentasi paper, Gala Dinner dan networking session, hingga study excursion. Forum ini dihadiri oleh ratusan peserta yang berasal dari hampir semua PPI negara di kawasan Asia Oseania, seperti PPI Jepang, PPI Tiongkok, PPI Korea Selatan, PPI Taiwan, PPI Thailand, PPI Filipina, PPI Malaysia, PPI Singapura, PPI Selandia Baru, PPI Australia, PPI India, PPI Bangladesh, dan yg terbaru adalah PPI Sri Lanka.
Mahasiswa yang akrab disapa Reza tersebut merasa bangga dapat mengikuti forum skala internasional tersebut. Sebab, selain meningkatkan reputasi UNAIR, melalui forum tersebut bertambah pula pengalaman dan jejaring internasional yang ia miliki.
淢elalui forum tersebut saya juga bertemu para ketua dan wakil PPI negara dari seluruh Asia Oseania, yang secara otomatis menambah referensi pertemanan dan koneksi itu sendiri. Saya juga jadi mengenl para stakeholder KBRI Beijing serta KJRI Hong Kong dan Macau, paparnya.
Reza juga menambahkan, meskipun para peserta kebanyakan adalah pemegang paspor Indonesia, namun para pelajar Indonesia tersebut keseluruhan adalah para penerima beasiswa yang sedang bersekolah tingkat Master. Kebanyakan dari mereka adalah kandidat doktor di universitas terkemuka dari wilayah Asia dan Oseania.
Melalui keikutsertaan dirinya dalam simposium tersebut, Reza berpesan kepada sivitas akademika UNAIR khususnya mahasiswa agar turut serta dalam mengikuti kegiatan skala internasional.
淪aran saya kepada seluruh Ksatria Airlangga yang ingin mengikuti kegiatan serupa (International Conference and Symposium) untuk lebih mempersiapkan papernya lebih perfect lagi, meningkatkan kemampuan komunikasi dan public speaking, supaya dapat mengharumkan nama UNAIR dan Indonesia di kancah Internasional, terang Reza yang pernahmenjabat sebagai vice President dan Sekretaris PPI Tiongkok cabang Zhengzhou. (*)
Penulis : Binti Q. Masruroh
Editor : Nuri Hermawan





