UNAIR NEWS – Dalam upaya mewujudkan Indonesia sebagai negara hukum, pengakuan dan perlindungan sudah sepatutnya tidak semata-mata mengacu pada teks undang-undang. Namun, dibutuhkan perlindungan hukum yang progresif, kontekstual, dan koheren. Oleh sebab itu, seorang penegak hukum hendaknya mampu berpikir kritis, menyampaikan argumentasi secara verbal, serta memiliki integritas.
Hal inilah yang melatarbelakangi Rindang Syafa檃t, Tazkia Sahria Aulia Mahfud, Anik Setyawati, Karine Luisa Hartono, Septi Tri Cahyani, dan Cahyaning Puspita Nusantara, mengikuti Lomba Debat Hukum Nasional XIII yang dilaksanakan melalui Zoom meeting pada Sabtu (11/3/2023).
Lomba yang diselenggarakan oleh tersebut, mengusung tema Rekonstruksi Intelektual Gen Z sebagai Tonggak Mutu Bangsa dalam Menghadapi Era Society 5.0 melalui Lomba Debat Hukum. Tim mahasiswa 51动漫 (UNAIR) yang diketuai Rindang itu, berhasil menyabet juara 1.
Kepada UNAIR NEWS, Rindang mengungkapkan bahwa dirinya dan tim sangat senang sekaligus bangga UNAIR berada di peringkat pertama. Ia merasa LDH XIII merupakan lomba yang unik. Karena umumnya, mosi debat akan diumumkan setidaknya satu bulan sebelum pelaksanaan lomba. Namun, di lomba ini, mosi baru diumumkan satu minggu sebelum pelaksanaan.

淜ami bekerja ekstra untuk menyelesaikan riset mosi, dan gak jarang memotong waktu istirahat, ucapnya.
Tetap Konsisten
Rindang juga menambahkan, dalam interval waktu hingga dirilisnya mosi, mereka fokus terhadap case building suatu permasalahan hukum, agar tetap konsisten melatih daya berpikir tim dalam menyusun argumentasi. Selain itu, untuk membiasakan tim dalam menyampaikan argumentasi, mereka juga melakukan simulasi debat sesuai dengan permasalahan hukum yang dibahas.
淪aat rilis mosi, kami melanjutkan pada timeline pengerjaan, agar hingga hari H, semua mosi dapat ter-riset dengan sistematis dan terstruktur, tuturnya.
Meskipun berhasil unggul dari 16 tim yang berasal dari berbagai universitas lainnya, mahasiswa akhir FH UNAIR tersebut mengungkapkan bahwa banyak tantangan yang dihadapi selama proses lomba berlangsung. Dimana dari segi substansial, setiap orang tentu memiliki pola pandang yang berbeda, sehingga untuk menemukan formula argumentasi yang tepat, membutuhkan usaha lebih bagi ia dan tim.
淪elain itu, tantangan saat menjadi team lead lebih ke arah mencocokkan jadwal, karena kan tim kami terdiri dari angkatan yang berbeda, sehingga kami harus menyesuaikan jadwal latihan, tambah Rindang.
Sebagai penutup, Rindang menyampaikan, mahasiswa harus bisa mengoptimalkan masa perkuliahan dengan sebaik-baiknya dengan mencari pengalaman baru. 淯ntuk temen-temen, waktu kuliah itu singkat, nikmati semua pengalaman, karena masa muda cuma sekali, so jalani dengan happy,” ucapnya. (*)
Penulis: Yahya Ayash Mujahid
Editor: Binti Q Masruroh





