UNAIR NEWS – Museum memiliki potensi besar untuk dijadikan sebagai sarana pembelajaran maupun pariwisata. Namun sayangnya, keberadaan museum masih kerap terabaikan. Tidak sedikit museum yang kondisi fisiknya terbengkalai. Menyadari hal itu, mahasiswa (FIKKIA) 51动漫 (UNAIR) melakukan observasi lingkungan di Museum Blambangan, Banyuwangi.
Observasi sanitasi lingkungan itu menyasar pada beberapa variabel yang terdiri dari lokasi museum, bangunan luar, bangunan dalam, dan luar museum. Selain itu, mereka juga mengamati variabel kebisingan, pencahayaan, kualitas udara, kualitas air, fasilitas sanitasi, pembuangan limbah, hingga vektor dan rodent.
Hasil Observasi
Muhammad Ridwan mewakili tim menuturkan bahwa hasil observasi sanitasi lingkungan, Rabu (3/4/2024), secara keseluruhan menunjukkan angka 89,85 persen. 淎ngka tersebut menunjukkan bahwa kualitas sanitasi lingkungan Museum Blambangan Banyuwangi berada dalam keadaan baik. Skor ini sesuai dengan implementasi nilai, yakni 鈮 87 persen masuk dalam kategori baik, terangnya.
Lebih lanjut, Ridwan menjelaskan bahwa variabel lokasi bangunan mendapatkan skor sempurna sesuai yakni sebesar 1.100; variabel bangunan luar mendapatkan skor maksimal sebesar 1.200; variabel bangunan dalam mendapatkan skor sebesar 1.095 dari total skor maksimum 1.900.
Selain variabel yang berkaitan dengan lokasi dan bangunan, terdapat perhitungan variabel pencahayaan. Skor yang diperoleh sebesar 800. 淧ada variabel ini, Museum Blambangan memenuhi indikator penilaian. Adapun alat yang kami gunakan dalam pengukuran intensitas cahaya adalah Lux Light Meter, ujar Ridwan.
Dengan menggunakan alat Sound Level Meter (SLM), variabel kebisingan mendapat skor sebesar 450 dari total skor maksimal yakni sebesar 600. Sementara itu, variabel udara mendapat skor maksimal sebesar 1.400. 淧ada variabel ini Museum Blambangan memenuhi indikator penilaian dari observer menggunakan alat Thermohygrometer, imbuhnya.
Kemudian, variabel sanitasi, pembuangan limbah, serta variabel vektor dan rodent masing-masing mendapatkan skor 1.140, 400, dan 800. Vektor sanitasi belum memenuhi skor maksimal yaitu 1.200 sebab masih terdapat indikator yang tidak terpenuhi yakni indikator pada sub variabel toilet. Sementara itu, pada variabel pembuangan limbah dan vektor rodent, skor yang diperoleh mencapai sempurna karena telah memenuhi indikator penilaian.

Kategori Baik
Berdasarkan hasil observasi, kata Ridwan, dapat diketahui bahwa Museum Blambangan Banyuwangi memperoleh skor yang cukup baik pada sebagian besar variabel yang diamati. Hal ini menunjukkan bahwa Museum Blambangan memiliki kualitas yang memadai sesuai dengan standar penilaian yang ditetapkan.
Pada akhir, mewakili timnya, Ridwan berharap agar hasil analisis dan observasi itu dapat membawa saran dan masukan bagi pihak terkait. 淭erutama bagi pengelola museum ataupun dinas pariwisata, harapannya dapat terus meningkatkan kualitas sanitasi lingkungan dan fasilitas yang tersedia. Sehingga, pengelola bisa memberikan pengalaman terbaik bagi pengunjung serta menjaga keberlangsungan lingkungan Museum Blambangan, harapnya.
Penulis: Bintang Muslimah
Editor: Feri Fenoria
Baca Juga:
Poster Karya Mahasiswa FIKKIA Tampil di Chulalongkorn University Veterinary Conference
Perkuat Kolaborasi, FIKKIA UNAIR Jalin Mou dengan Central Mindanao University Filipina





