UNAIR NEWS – Dua mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam () 51动漫 (UNAIR) kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Mereka adalah Adinda Rizki Novia Tamara (KM 24) dan Teguh Parmonangan Hasibuan (KM 25). Keduanya berhasil meraih Bronze Medal, Honorable Medal, serta Favorite Poster dalam ajang National Essay Competition Ignite Future Fest 2026.
Kompetisi tersebut terselenggara oleh Futura Innovation Hub bekerja sama dengan UIN Sunan Gunung Djati Bandung pada Sabtu-Minggu (12-13/4/2026). Sebanyak 200 peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia hadir untuk berkompetisi menyampaikan gagasan inovatif mengenai isu sosial dan pembangunan berkelanjutan.
Inovasi Ruang Aman bagi Siswa
Penghargaan Bronze Medal mereka raih melalui esai berjudul SAFE SPACE SCHOOL: Model Perlindungan Anak dari Kekerasan Seksual di Sekolah Melalui Integrasi Pendekatan Psikososial dan Platform Digital Sahabat Aman Berbasis Trust-Chain System. Gagasan tersebut berangkat dari tingginya kasus kekerasan seksual di lingkungan pendidikan yang masih belum banyak terlaporkan.
Melalui konsep Safe Space School, Adinda dan Teguh menawarkan model perlindungan anak yang memadukan pendekatan psikososial dengan platform Sahabat Aman. Mereka merancang model tersebut agar siswa memiliki ruang aman untuk menyampaikan pengalaman kekerasan tanpa rasa takut maupun tekanan.
淭ingginya kasus kekerasan seksual di sekolah menunjukkan bahwa anak membutuhkan sistem perlindungan yang aman, terpercaya, dan berpihak pada korban. Karena itu kami menghadirkan konsep Safe Space School sebagai solusi yang lebih humanis dan adaptif, ujar Adinda.
Selain itu, sistem tersebut mereka kembangkan melalui tiga pilar utama. Yaitu edukasi pencegahan, pendampingan korban, serta sistem pelaporan digital berbasis Trust-Chain System dan Gradual Identity Disclosure System (GIDS). Mekanisme itu memungkinkan korban membuka identitas secara bertahap sesuai kesiapan psikologis sehingga mendorong keberanian untuk melapor.
Raih Poster Favorit dan Honorable Medal
Tak hanya itu, keduanya juga meraih Honorable Medal dan Favorite Poster melalui esai berjudul THE SENTIENT CITY: Transformasi Tata Kelola Proaktif Melalui Neural Civic Hub dan Social Impact Bonds dalam Mewujudkan Pembangunan Inklusif (SDG 11 & 16). Ide tersebut menyoroti pentingnya penguatan tata kelola kota berbasis teknologi cerdas.
Konsep Neural Civic Hub mereka rancang sebagai pusat kendali pintar yang mampu mendeteksi krisis layanan publik secara cepat dan responsif. Sementara itu, skema pendanaan Social Impact Bonds (SIB) diusulkan untuk melibatkan pihak swasta dalam menjaga keberlanjutan layanan publik.
淭antangan terbesar kami ada pada manajemen waktu, karena dalam waktu singkat kami harus menyusun dua esai dengan topik berbeda. Namun, kami saling mendukung dan membagi peran dengan baik sehingga setiap ide dapat dikembangkan secara maksimal, ungkap Teguh.
Prestasi tersebut harapannya dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lain untuk terus berinovasi dan menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat, khususnya dalam perlindungan anak serta penguatan layanan publik yang inklusif.
Penulis: Dheva Yudistira Maulana
Editor: Yulia Rohmawati





