51动漫

51动漫 Official Website

Mahasiswa FK UNAIR Raih Juara 2 National Big Beat Challenge

Tim Mahasiswa FK UNAIR setelah prosesi awarding pada Ahad (2/11/2025). (Foto:Istimewa)
Tim Mahasiswa FK UNAIR setelah prosesi awarding pada Ahad (2/11/2025). (Foto:Istimewa)

UNAIR NEWS – Tim mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK) 51动漫 (UNAIR) kembali menorehkan prestasi gemilang. Mereka sukses meraih Juara 2 ajang Big Beat Challenge (BBC) dalam rangkaian Airlangga Cardiovascular International Conference VII, Continuing Medical Education XXVII, Surabaya Cardiology Update XVI, dan Airlangga Cardiovascular Expert Meeting VIII (ACSA) 2025. 

Kompetisi yang diselenggarakan oleh Departemen Kardiologi dan Kedokteran Vaskular UNAIR berlangsung pada Sabtu-Minggu (1-2/11/2025), di Vasa Hotel Surabaya. Tim menghadirkan Yongki Welliam, Ikhsan Rifai Darmawan, dan Zaskia Nafisa Salma. 

Yongki Welliam menerangkan bahwa kompetisi itu berbeda dengan kompetisi kedokteran lain karena peserta mencakup mahasiswa, seperti mahasiswa preklinik, dokter muda, hingga dokter umum. 淭erlebih, materi yang diujikan jauh di atas level Standar Kompetensi Dokter Indonesia (SKDI) dan Standar Nasional Pendidikan Profesi Dokter Indonesia (SNPPDI), ujarnya. 

Persiapan tim berlangsung di tengah padatnya kesibukan antar anggota tim. Saat kompetisi berlangsung, tim menghadapi tantangan berupa ilmu baru. 淏anyaknya ilmu baru yang disajikan dalam soal, membuat kami harus menganalisa secara hati-hati, tambahnya.  

Sementara itu, Ikhsan Rifai Darmawan menilai bahwa keberhasilan tim tidak terlepas dari doa dan strategi tim. 淜ami berasal dari angkatan berbeda dan jarang kumpul bersama. Sehingga kami menerapkan pembagian peran berdasarkan kemampuan yang kita miliki. Saya tipe analisis, sehingga babak cerdas cermat saya percayakan kepada Mas Yongki dan Zaskia. Itulah fungsi tim untuk saling melengkapi, ungkapnya.

Ia menyatakan bahwa kepercayaan tim terbentuk sejak ketiganya menjadi delegasi RMO/IMO cabang kardiorespi. 淜ami sudah mengenal kemampuan masing-masing dengan cukup baik, jadi saat menjawab soal, jika ada 1 anggota yakin, kami percayakan jawabannya, jelasnya. 

Menurutnya, kompetisi ini mengajarkan pentingnya kerendahan hati dan membuka cara pandang baru. 淒ari sisi akademik, membuka pandangan bahwa there’s always a bigger fish in to fry. Meskipun kami cukup berpengalaman dalam bidang kardio, masih banyak materi kardiologi yang perlu kami gali lebih dalam. Dari sini saya belajar untuk tetap rendah hati, tambahnya. 

Zaskia Nafisa Salma mengaku di awal sempat skeptis karena menganggap peserta dari tingkatan lebih tinggi akan lebih unggul. 淭erlebih saat penyisihan, kami cukup speechless karena soal lebih sulit dari perkiraan. Namun setelah lolos final, saya sadar bahwa kedudukan bukan menjadi penentu utama, melainkan seberapa jauh kita dalam memahami ilmunya, tuturnya. 

Terakhir, ia menilai ajang seperti ini perlu digalakkan lebih tinggi, karena membuka peluang emas bagi mahasiswa kedokteran. 淜ompetisi ini memacu semangat belajar dalam menggali ilmu lebih dalam, karena sejatinya yang kita pelajari masih secuil bagian saja. Selain itu, ajang ini menjadi wadah pertemuan dengan sosok-sosok inspiratif yang susah untuk ditemui, pungkasnya. 

Penulis: Bethari Sri Indrajayanti

Editor: Khefti Al Mawalia

AKSES CEPAT