UNAIR NEWS Tiga mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) 51动漫 (UNAIR) berhasil mengharumkan almamater di ajang kompetisi poster internasional. Tim yang menamakan diri Dentshal ini meraih Juara 1 kategori Poster Competition pada Depa檚 Infection International Competition. Kegiatan tersebut digekar oleh Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada (UGM) pada Sabtu-Minggu (23-24/8/2025).
Tim Dentshal terdiri dari Anastasia Mustika Sakraline (ketua), Hanif Azzikri Hidayatullah, dan Muhammad Salman Al-Farisi, dengan bimbingan Dr Anis Irmawati drg MKes. Nama tim merupakan permainan kata yang menggabungkan unsur dentistry dan inisial nama anggota (Salman, Hanif, dan Aline), sekaligus mencerminkan semangat kolaborasi antaranggota.
淜ami terlibat bukan hanya untuk berkompetisi, tetapi juga untuk membawa gagasan praktis dan berbasis bukti dari penelitian klinis ke panggung internasional. Kesempatan ini menjadi ruang untuk menyuarakan inovasi dalam penanganan margin bedah kanker mulut di komunitas global kedokteran gigi, jelas Hanif mewakili tim.
Gagasan Inovatif dalam Penanganan Kanker Mulut
Poster yang tim Dentshal usung mengangkat masalah kegagalan mendeteksi margin reseksi dalam operasi kanker mulut yang kerap menyebabkan tingginya angka kekambuhan. Untuk menjawab tantangan ini, tim menghadirkan solusi berbasis teknologi optik intra-operatif, yakni fluorescence-guided surgery (FGS) dan AI-enhanced Raman spectroscopy.
FGS bekerja dengan 渕enerangi area tumor secara cepat. Sementara Raman spectroscopy yang diperkuat kecerdasan buatan mampu 渕embaca sidik-jari molekuler jaringan. Kedua pendekatan ini bersifat komplementer: FGS mendeteksi area mencurigakan secara luas. Sedangkan Raman memastikan temuan tersebut benar-benar sel kanker.
淛ika divalidasi lewat studi besar, kombinasi dua teknologi ini berpotensi menurunkan margin positif, mengurangi re-operasi. Sekaligus meningkatkan angka harapan hidup pasien kanker mulut, terang Hanif.
Manfaat bagi Ilmu dan Pasien
Menurut kajian yang tim Dentshal lakukan, data ilmiah yang tersaji menunjukkan efektivitas kedua teknologi. FGS memiliki sensitivitas 88-100% dengan spesifisitas 82-86%, mampu mendeteksi margin hanya dalam 5-10 menit. Sementara itu, AI-enhanced Raman spectroscopy menunjukkan sensitivitas 95-99% dan spesifisitas 93-98%, dengan waktu deteksi kurang dari 15 menit. Jika bergabung, keduanya berpotensi mengurangi angka re-operasi hingga 50% tanpa memperpanjang durasi operasi.
Tim Dentshal menyusun poster dengan strategi komunikasi ilmiah yang efektif menggunakan bahasa Inggris, tata letak runtut dari latar belakang hingga kesimpulan, serta ilustrasi visual untuk memperkuat pesan. Hal ini membuat poster mudah dipahami audiens internasional sekaligus menarik secara ilmiah. Lebih dari sekadar presentasi teknologi, poster ini menekankan dampak nyata bagi pasien.
淭eknologi terbaik adalah yang mengembalikan kualitas hidup sehari-hari membuat pasien bisa kembali berbicara, menelan, tersenyum, dan hidup tanpa bayang-bayang operasi ulang, tutup Hanif.
Penulis: Ameyliarti Bunga Lestari
Editor: Yulia Rohmawati





