UNAIR NEWS Pentingnya kesehatan gigi dan mulut yang terkait dengan kesehatan tubuh secara umum saat ini sedang digaungkan secara masif oleh mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi 51动漫.
Di bawah bimbingan Departemen Ilmu Kesehatan Gigi Masyarakat FKG UNAIR, para mahasiswa yang tengah menempuh pendidikan profesi fokus pada penanganan kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil (bumil). Mereka mencanangkan kampanye bertajuk 淧encanangan Suami Siaga Plus di wilayah kerja Puskesmas Pucangsewu Kota Surabaya, Sabtu (22/7).
Berdasarkan temuan penelitian, mahasiswa menemukan fakta bahwa distribusi status kesehatan gingiva ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Pucangsewu Kota Surabaya dipengaruhi berbagai faktor risiko berupa indeks kebersihan gigi yang buruk, ketimpangan kesempatan mendapatkan pengetahuan mengenai kesehatan gigi dan mulut, dan rendahnya dukungan orang skeitar kepada kondisi kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil.
淧rogram Suami Siaga Plus berarti suami mampu menjadi alert system dan support system untuk istrinya, dalam masa kehamilan, terkait kondisi gigi dan mulut istrinya, tidak hanya siap-antar-jaga saja, tutur Dinna Fitria Greisya, ketua penyelenggara kampanye ini.
Sasarannya adalah para pasangan yang akan menikah dalam waktu dekat di kelas Calon Pengantin binaan Puskesmas Pucangsewu. Pada kelas ini, calon suami sejak lebih awal mendapatkan info tentang bahaya gangguan kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil.
淧ada hasil analisis penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh tim, ditemukan bahwa gangguan pada gusi berupa gingivitis, dapat berujung pada kejadian preeklampsia pada ibu hamil yang ditandai dengan kenaikan tekanan darah pada fase kehamilan. Bahkan ada satu orang ibu pula yang melahirkan dengan premature, ketika kami teliti kondisi rongga mulutnya, keadaan kebersihannya kurang terjaga dengan baik, imbuh Dinna.
Selain peluncuran kampanye program suami siaga plus ini, para dokter gigi muda juga menyelenggarakan empat program lain di antaranya Program Sinkronisasi Data Berbasis Web 淎NDC-Sys, Program Pemberdayaan Bidan Puskesmas terkait Kesehatan Gigi dan Mulut, Pencanangan Kader Asuh Kebersihan Gigi dan Mulut untuk Ibu Hamil, dan Perancangan Buku Pintar Kebersihan Gigi dan Mulut untuk Ibu Hamil.
Dinna dan rekan-rekannya berharap agar program-program yang diusung dalam penyuluhan kali ini dapat diadopsi oleh pihak dinas kesehatan untuk memonitor pelaksanaan program kesehatan gigi dan mulut masyarakat.
淪uami siaga plus merupakan gerakan sosial kesehatan di tingkat keluarga, dengan bantuan dinas kesehatan sebagai monitoring system, diharapkan akan mempermudah proses pengelolaan kesehatan ibu hamil yang dilaksanakan di Puskesmas, tandas Dinna. (*)
Penulis: Gilang Rasuna SW (Humas FKG)
Editor: Defrina Sukma S





