UNAIR NEWS – Vania Athalia Indarto Putri, mahasiswa Program Studi Kedokteran Hewan, Fakultas Kedokteran Hewan () 51动漫 (UNAIR) berhasil meraih penghargaan Charoen Pokphand Best Student Appreciation (CPBSA) 2025. Program apresiasi dari PT Charoen Pokphand Indonesia untuk mahasiswa berprestasi dari seluruh Indonesia dengan minat di bidang agribisnis.
Lewat program itu, Vania berkesempatan mengikuti magang langsung di industri unggas multinasional di Research Farm PT Nugen Bioscience, Lebak, Banten. Magang berlangsung selama dua bulan mulai Senin (14/7/2025) hingga Jumat (12/9/2025). Selain itu, Vania juga berkesempatan mengembangkan kompetensi hingga ikut studi banding internasional. Proses seleksinya cukup ketat, meliputi tahapan administrasi, psikotes, wawancara, hingga diskusi kelompok.

Belajar Langsung di Industri Poultry
Magang di Research Farm PT Nugen Bioscience menjadi pengalaman pertama Vania bekerja langsung dalam bidang peternakan ayam layer. Keterlibatan dalam berbagai aktivitas teknis dan manajerial ditemani oleh tiga mahasiswa dari UNHAS, UNILA, dan IPB jurusan peternakan. Meliputi penimbangan, pencatatan performa ayam, vaksinasi ND, IB, AI, pengambilan sampel darah, hingga nekropsi untuk diagnosis penyakit. Dirinya juga mengikuti pelatihan manajemen kandang, manajemen kesehatan unggas, dan pengelolaan limbah.
“Tidak menyangka bisa lolos. Tapi mungkin pengalaman bidang akademik, organisasi, dan inovasi menjadi bekal kuat dalam proses seleksi,” ungkap Vania yang pernah menyabet Juara 1 Pathology Quiz Marathon IVSA di tingkat internasional.
Praktik lapangan jauh lebih kompleks dari sekedar teori dalam kelas. TItik itu menjadi tantangan Vania belajar beradaptasi dan berkolaborasi lintas disiplin. Berkat fasilitas magang yang lengkap dengan mentor dan supervisor yang ramah membuat suasana kerja yang menyenangkan. Di sela-sela kesibukan, mereka masih bisa menikmati kegiatan rekreasi seperti bermain badminton, gym, atau berkunjung ke Pantai Pasir Putih.
Riset tentang Limbah Cair Ayam Layer
Vania membuktikan bahwa kolaborasi lintas ilmu antara kedokteran hewan dan peternakan menjadi kunci penting dalam membangun industri peternakan yang berkelanjutan. Sosok ketua BLM FKH UNAIR periode 2024 itu juga menjalankan proyek riset pengolahan limbah peternakan ayam layer dengan pendekatan circular agriculture. Fokus penelitian yaitu pemanfaatan larva Black Soldier Fly (BSF) untuk mengolah limbah cair kotoran ayam. Riset ini memiliki kebaruan karena masih jarang ada studi yang menerapkan BSF secara langsung pada limbah cair ayam layer. Selain mengurangi beban limbah, larva BSF yang dihasilkan juga berpotensi menjadi pakan alternatif bernutrisi tinggi.
淜alau limbah broiler cenderung padat, limbah layer justru dominan cair dan beresiko mencemari lingkungan. BSF bisa menjadi solusi biokonversi yang efisien, jelas sosok yang aktif sebagai Graphic Manager SCOCA IVSA itu.
.Penulis: Azhar Burhanuddin
Editor: Ragil Kukuh Imanto





