UNAIR NEWS Tekanan darah tinggi atau hipertensi menjadi salah satu Penyakit Tidak Menular (PTM) yang menjadi salah satu penyumbang angka kematian di Indonesia. Meski demikian tak perlu khawatir, penderita hipertensi masih bisa menjalani hidup dengan baik asalkan bisa menjaga tekanan darah tetap stabil.
Oleh sebab itu pendampingan serta pemberian edukasi kepada penderita hipertensi terus dilakukan baik tingkat keluarga atau masyarakat. Sama halnya dengan yang dilakukan oleh mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) 51动漫 (UNAIR) dalam kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL) di Desa Suwaloh, Bojonegoro. PKL tersebut dilaksanakan pada 27 Desember 2022 hingga 25 Januari 2023.
Mahasiswa tersebut terdiri atas Alhabsy Chusumadinata, Khansa Dewi Fakhira, Wulan Dewanti Martamevia, Afina Wisesa, Elfania Novita Sari, Adinda Putri Nabila, Ruth Abigail Vania Girsang, Audrey Louissia Herman, Laela Agrista Devilia, Daffa Devara Yabani Putra, Clara Devia Damayanti, dan Gabriela Andhien Danastri.
Pada kesempatan itu mahasiswa memiliki tiga program pokok yang dijalankan. 淎da program sosialisasi pencegahan hipertensi, senam hipertensi, dan pemberian buku saku hipertensi bagi pra lansia dan lansia, katanya. Di Desa Suwaloh sendiri berdasarkan data Survei Mawas Diri (SWD) tahun 2021 tercatat dari 166 responden ternyata 74 di antaranya menderita hipertensi.
Buku saku yang mereka buat bermanfaat bagi masyarakat untuk memantau kondisi kesehatannya. 淏uku saku ini bisa dibawa masyarakat kalau periksa kesehatan di Polindes atau Puskesmas. Jadi bisa diketahui apakah ada kemajuan atau tidak, terangnya.
淜alau misal diketahui penderita hipertensi kondisinya tidak stabil dari rekam jejak yang tertera di buku saku maka bisa secepatnya dilakukan pengendalian terhadap masalah ini, imbuhnya.
Dalam buku saku tersebut tidak hanya berisi tentang rekam jejak hasil pemeriksaan kesehatan masyarakat, tapi terdapat pula beberapa topik edukasi seperti pengertian, gejala, klasifikasi pada hipertensi, hingga pola makan yang dianjurkan bagi penderitanya.
Diharapkan masyarakat penderita hipertensi dapat tetap menjalani kehidupannya dengan baik dan tekanan darahnya terkontrol. Sementara itu masyarakat yang tidak memiliki riwayat hipertensi dapat terhindar dari penyakit ini.
淪emoga yang punya hipertensi bisa meningkatkan kualitas hidupnya dan yang tidak bisa terhindar dari hipertensi, pungkasnya. (*)
Penulis: Icha Nur Imami Puspita
Editor: Binti Q. Masruroh





