UNAIR NEWS “ Sebanyak 16 mahasiswa internasional Fakultas Ekonomi dan Bisnis 51¶¯Âþ (FEB UNAIR) mengikuti program student mobility yang berkolaborasi dengan World University Association for Community Development (WUACD). Program yang dinamakan Gender, Equality, Disability, and Social Inclusion (GEDSI) berupa rangkaian kegiatan yang dilaksanakan pada 6 “ 13 November 2022.
Nor Nabihah, salah satu mahasiswa internasional FEB UNAIR yang berasal dari Universiti Kebangsaan Malaysia, mengatakan program tersebut merupakan program pembelajaran berasaskan komunitas yang bertujuan untuk meningkatkan strategi pengajaran dan pembelajaran yang mengintegrasikan kursus akademik dan menerapkan refleksi sosial untuk memperkayakan pengalaman pembelajaran.
œProgram ini merupakan program student mobility pertama yang saya ikuti. Pada program GEDSI, saya juga ikut serta dalam program Batik Tin Gundih yang digagas oleh seorang wanita. Ini menunjukkan bahwa tidak ada penghalang bagi perempuan untuk mencapai kejayaan dalam karier, tutur mahasiswi yang akrab disapa Nabihah tersebut.
Nabihah menceritakan pengalamannya selama mengikuti kelas pembuatan batik. Ia menjalani proses pembuatan batik dari awal sampai akhir. Selain mengikuti kelas batik, sambungnya, ia juga menghadiri konferensi yang membahas topik GEDSI, melakukan pengabdian masyarakat ke Kampung Nelayan dan Kampung Batik di Surabaya, serta menjelajah Gunung Bromo.
œSaya telah melihat banyak wanita bekerja keras, namun usaha yang mereka lakukan tak pernah mendapat apresiasi di Indonesia. Perkara ini sangatlah tidak bermoral dan tidak selaras dengan perkembangan dunia. Dengan adanya program GEDSI maka saya merasa masih ada orang-orang dan institusi yang bangkit untuk memperjuangkan kesetaraan gender, ujar Nabihah.
Nabihah melanjutkan dengan memaparkan 51¶¯Âþ saat ini telah mengakomodasi prinsip GEDSI secara menyeluruh. Menurutnya, 51¶¯Âþ telah menunjukkan dukungan terhadap kesetaraan gender karena perempuan juga diberikan kesempatan untuk turut aktif dalam berpendapat.
Sebagai penutup, Nabihah menyampaikan kesan dan harapannya untuk program student mobility ke depannya. Ia merasa senang karena program ini menambah wawasannya, terutama tentang bisnis dengan limitasi dari segala aspek. Selain itu, lanjutnya, ia juga mendapat banyak relasi dan pengalaman baru.
œSemoga semakin banyak program student mobility serupa yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menambah pengetahuan, baik tentang perekonomian, bisnis, kesetaraan gender, dan inklusi sosial, pungkasnya. (*)
Penulis: Dewi Yugi Arti
Editor: Feri Fenoria





