n

51动漫

51动漫 Official Website

Mahasiswa Keperawatan UNAIR Edukasi Penyandang Diabetes untuk Tetap Sehat

keperawatan
PENYANDANG diabetes millitus dilatih melakukan senam kaki, dipandu oleh para mahasiswa S2 Fakultas Keperawatan UNAIR, di Aula FK, Minggu (29/10). (Foto: Bambang Bes)

UNAIR NEWS Mahasiswa Program Studi Magister Keperawatan bidang Medical Bedah menggelar pengabdian masyarakat (pengmas) dengan mengedukasi penderita diabetes mellitus (DM) anggota Persatuan Diabetes Indonesia (Persadia) Kota Surabaya. Ratusan penyandang DM hadir memenuhi Aula Fakultas Kedokteran, di kampus A UNAIR, Minggu (29/10).

Pengmas mahasiswa Magister Fakultas Keperawatan UNAIR ini terlaksana berkat jalinan kerjasama dengan Persadia Kota Surabaya, dalam rangka memperingati World Diabetes Day (WDD) 2017. Pengmas ini dibuka oleh Ketua Persadia Surabaya Dr. dr. Soebagjo Adi, Sp.PD., K-EMD., FINASIM.

Dijelaskan oleh Ketua panitia, Moch Dadang Suharno, S.Kep., NS., didampingi wakil ketua Argo Winoto, S.Kep., NS., pengmas di Aula FK UNAIR ini merupakan yang kedua dari jurusannya, setelah yang pertama dilaksanakan di Kelurahan Dupak Bandarejo 12 Oktober lalu. Materi yang diedukasikan kepada penyandang DM pun merupakan aplikasi dari artikel yang diambil dari jurnal yang terindek Scopus, sehingga sudah teruji.

滽arenanya yang kami aplikasikan disini lebih kearah peer group, yaitu bagaimana diantara anggota kelompok penyandang DM itu saling bisa memberikan dukungan dan motivasi untuk menuju sehat, walaupun secara individu mereka sama-sama penyandang diabetes, kata Dadang.

Karena itulah dalam pengmas ini, 49 orang mahasiswa Prodi Magister FKp UNAIR angkatan ke-10 ini mengedepankan tema 漃eningkatan Kesejahteraan Klien Diabetes Melalui Peer Group dengan Pendekatan 3P (Promote, Prevent, Protect).

漇ehat Bersama Diabetes Mellitus judul buku yang dibagikan kepada penyandang DM menjadi topik utama yang diadukasikan. Mengutip International Diabetes Federation (IDF), diperkirakan jumlah penderita DM di dunia tahun 2015 terdapat 415 juta dan diperkirakan akan menjadi 640 juta tahun 2040 nanti.

Menurut IDF (2015), Indonesia berada di urutan ketujuh tertinggi di dunia, dengan angka kejadian tahun 2030 diperkirakan mencapai 21,3 juta jiwa, dan sekitar 75.000 jiwa meninggal akibat diabetes yang tidak terkontrol (WHO, 2016).

keperawatan
SALAH satu peer group sedang diberikan edukasi oleh mahasiswa. Rata-rata sudah lansia dan mengikuti dengan antusias. (Foto: Bambang Bes)

Kemarin mahasiswa S2 FKp itu kepada penyandang DM mengedukasikan mengenai 淜enapa Aku Diabetes. Di dalamnya dijelaskan bagaimana cara mengenali tanda-tanda DM, memahami penyebabnya, bagaimana mengawasi sepuluh gejalanya, dan menguasai cara menangani DM. Sebab DM adalah suatu penyakit yang disebabkan karena tubuh tidak mampu memproduksi insulin, sehingga kadar glukosa darah meningkat (hiperglikemia).

漇epuluh gejala DM itu antara lain cepat merasa lelah, kalau ada luka lambat sembuhnya, sering buang air kecil di malam hari, berat badan menurun, kesemutan, penglihatan kabur, hingga masalah gangguan seksual, terangnya.

Para peserta diberi pengetahuan seperti mengontrol pola konsumsi, rajin periksa, dan senantiasa berolahraga. Kepada penyandang DM juga diajarkan senam, baik yang dilakukan berdiri mapun yang hanya dengan duduk di kursi dengan mengaktifkan pergerakan kaki.

滿eski hanya dengan duduk yang menggerak-gerakkan kaki, ini jangan diremehkan. Ini manfaatnya besar sekali sebagai upaya untuk tetap sehat bagi penyandang DM, kata seorang mahasiswa instruktur senam DM.

Menurut keterangan yang dihimpun unair.news, dalam rangka WDD di FK UNAIR ini, Persadia melaksanakan beberapa aktivitas. Diantaranya menggelar seminar di ruang propadeus, pemeriksaan gula darah, penyuntikan insulin, serta lomba senam yang diikuti oleh persatuan lansia dari berbagai kelurahan di Kota Surabaya. (*)

Penulis: Bambang Bes

AKSES CEPAT