UNAIR NEWS Sejak Selasa (2/1), sekelompok mahasiswa 51动漫 bergelut bersama masyarakat di RW 9 Kelurahan Ujung, Kecamatan Semampir, Kota Surabaya. Mereka adalah mahasiswa S1 alih jenis Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) yang tengah melakukan serangkaian kegiatan PKL (praktik kerja lapangan).
Mereka menyebut program yang digalakkan untuk masyarakat di sana Jumantik Junior (Jumanji) dan Generasi Ujung Peduli Lingkungan (Guling). Rendahnya ABJ (angka bebas jentik) di daerah tersebut sebesar 71 persen, adanya permasalahan mengenai banyaknya tikus dan nyamuk, serta mengenai pengelolaan dan penanganan sampah menjadi alasan kelompok itu melakukan PKL di Kelurahan Ujung.
Kegiatan Jumanji berlangsung pada Rabu (31/1). Dalam kegiatan itu, mereka melakukan sosialisasi kepada siswa SD Al-Ghazali tentang pemberantasan sarang nyamuk.
淜egiatan kali ini bertujuan memberikan pengetahuan mengenai PSN (pemberantasan sarang nyamuk, Red) dan pencegahan demam berdarah kepada anak-anak SD, ujar Trias wisnu Budi selaku ketua kelompok.
Beberapa murid SD Al-Ghazali yang terpilih dilatih mengerti dasar-dasar pencegahan demam berdarah. Mereka juga dibiasakan untuk berbagi ilmu kepada teman serta keluarga dan menjadi pelopor kegiatan-kegiatan pemberantasan sarang nyamuk di lingkungan sekitarnya.

Kegiatan PKL para mahasiswa tersebut didukung penuh oleh Puskesmas Sawah Pulo dan kepala Desa Ujung. Keduanya ikut serta dan berpartisipasi aktif dalam memfasilitasi kegiatan Jumanji.
Selanjutnya, dalam kegiatan Guling, para mahasiswa membentuk forum pemuda yang berisi seluruh anggota karang taruna warga setempat. Merekalah yang akan dijadikan sebagai pelopor peduli lingkungan.
Tahap awal dalam pembentukan forum tersebut adalah mengundang seluruh anggota karang taruna. Lalu, kelompok mahasiswa yang terdiri atas sebelas anggota itu melakukan penyuluhan tentang pengolahan limbah padat dan cair, dampak sampah, serta bahaya tikus dan nyamuk.
Tahap kedua, menyadari banyaknya tikus yang berkeliaran di kampung, para mahasiswa mengadakan pelatihan pengendalian nyamuk dan tikus dengan pembuatan super trap vektor. Selain memaparkan materi, mereka memberikan demonstrasi sekaligus praktik kepada para anggota karang taruna.
淪elain menumbuhkan nilai sosial para pemuda, kami ingin mengajak masyarakat mendaur ulang bahan-bahan yang ada di sekitar agar dapat dimanfaatkan, ungkap Lestari Budi Pamungkas, salah seorang anggota kelompok.
Forum yang telah dibentuk tersebut diharapkan dapat menjadi wadah dalam meneruskan kegiatan yang telah dilakukan para pemuda. Terutama yang berhubungan dengan lingkungan.
Tahap ketiga, pembuatan proposal serta pemaparan role model atau duta pemuda Ujung peduli lingkungan. Proposal dan pemaparan role model itu ditujukan kepada kepala desa, ketua RW, ibu-ibu kader, pihak Puskesmas Sawah Pulo, dan tokoh masyarakat di wilayah RW 9 Kelurahan Ujung. Tujuannya, kegiatan itu dapat berjalan secara berkelanjutan.
淜ami berharap Guling dan Jumanji akan terus berjalan dan membawa perubahan. Selain itu menjadikan masyarakat RW 9 menjadi masyarakat yang bersih serta sehat, tambah Lestari.
Sebelum memilih Kelurahan Ujung RW 9 Kecamatan Semampir, mereka melakukan survei melalui penyebaran kuisioner, observasi, dan wawancara kepada masyarakat sekitar. Berdasar itulah kelompok PKL memberikan intervensi kepada masyarakat agar mampu dan mau mengelola lingkungannya sehingga tercipta lingkungan yang bersih dan sehat. (*)
Penulis: Binti Q. Masruroh
Editor: Feri Fenoria





