UNAIR NEWS – Melihat potensi lokal ikan mujair yang belum tergali secara optimal, tim KKN BBK 6 51动漫 (UNAIR) gagas inovasi kreatif melalui olahan ikan mujair. Kegiatan pengenalan dan pembekalan ini berlangsung di Pondok Kesehatan Desa (Ponkesdes) Racikulon pada Selasa (15/7/2025). Penanggung jawab program kerja, Kartika Dewi Cahya Ningrum, mahasiswa Fakultas Vokasi () mengenalkan 淜ROFIZ, yaitu kroket ikan mujair bergizi dan ekonomis. Menurutnya, program ini berfokus pada penanganan stunting melalui pemanfaatan sumber daya lokal berupa ikan mujair yang kaya manfaat.
淢ujair itu mengandung omega enam dan tiga serta sangat tinggi protein dan asam lemak. Lalu karena durinya juga sedikit jadi gampang untuk diambil dan dimanfaatkan dagingnya, jelas mahasiswa program studi Perbankan dan Keuangan angkatan 2022 tersebut.
Tambah Nilai Gizi
Tak sendirian, melalui kolaborasi dengan pihak kesempatan setempat dalam perancangan program, tim BBK sepakat untuk menambah nilai gizi pada kroket. Mereka tidak hanya memanfaatkan daging ikan mujair yang digoreng, tapi juga menambahkan sayuran untuk meningkatkan nilai nutrisi.

淜ami memberikan tambahan dalam kroketnya dengan wortel dan sayur bayam, karena bisa memberikan nilai gizi yang tinggi. Kemudian terkait daya simpannya itu kami bisa berinovasi dengan menjadikannya sebagai makanan beku atau semacam makanan frozen. Agar bisa disimpan dalam waktu yang lama asal kedap udara, sebutnya.
Olahan ikan mujair berbentuk kroket ini pun berubah menjadi kudapan favorit masyarakat, terutama anak-anak. Tampilannya yang menggugah selera menjadi daya tarik tersendiri. 淛adi kalau anak kecil melihat sebentuk ikan yang aslinya itu pasti mereka tidak suka karena mengira itu tidak enak. Tapi kalau kita buat versi kroket mereka suka, terangnya.
Pengembangan Lebih Lanjut
Keberhasilan olahan ikan mujair tentu tidak terlepas dari berbagai uji coba dan kegagalan. Kartika mengungkapkan bahwa ia dan tim senantiasa berupaya menemukan resep terbaik. 淭ernyata ikannya harus digoreng terlebih dahulu jadi jangan langsung diambil dagingnya dan kenapa kita harus digoreng karena agar kita bisa melihat apakah ada duri, ungkapnya.
Implementasi program ini harapannya jadi batu loncatan bagi pengembangan lebih lanjut. Tim KKN berharap warga mampu melanjutkan dan megembangkan lebih jauh ide olahan ikan mujair. 淪emoga ke depannya untuk KKN yang selanjutnya dapat mengembangkan ide ini lebih luas lagi, tutupnya.
Penulis: Mohammad Adif Albarado
Editor: Yulia Rohmawati





