UNAIR NEWS Pada Hari Minggu, 11 Januari 2026, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) BBK 7 51动漫 yang tengah melaksanakan pengabdian masyarakat di Desa Sambirejo, Kecamatan Bangorejo, Kabupaten Banyuwangi, turut melakukan pendampingan dan dokumentasi kegiatan pembangunan Jembatan Perintis Garuda yang menghubungkan Kecamatan Bangorejo dengan Kecamatan Siliragung.
Pembangunan jembatan tersebut merupakan bagian dari program strategis Pemerintah Pusat atas arahan Presiden yang bertujuan membuka akses pendidikan dan perekonomian bagi desa atau wilayah yang selama ini terisolir. Jembatan ini menjadi penghubung penting antar kecamatan yang diharapkan mampu meningkatkan mobilitas dan kesejahteraan masyarakat setempat.
Komitmen TNI Angkatan Darat dalam mendukung program pemerintah ditunjukkan melalui keterlibatan langsung aparat TNI di lapangan. Proses pembangunan Jembatan Perintis Garuda dilaksanakan oleh personel TNI yang bersinergi dengan masyarakat desa Sambirejo, mengedepankan semangat gotong royong sejak tahap awal pengerjaan.
Menurut Pak Dillah, anggota TNI yang terlibat dalam kegiatan tersebut, pembangunan jembatan telah dimulai sejak Jumat lalu setelah sebelumnya dilakukan peninjauan lokasi oleh sejumlah pihak terkait, termasuk Pak Radin dan Pak Kandis, yang berperan dalam proses koordinasi hingga jembatan dapat direalisasikan.
淛embatan ini dinamakan Jembatan Perintis Garuda, yaitu program yang ditujukan untuk membuka akses bagi wilayah yang kesulitan menjangkau pendidikan dan perekonomian, ujar Pak Dillah.
Pembangunan jembatan ditargetkan selesai dalam waktu 20 hari kerja, sehingga diperkirakan akhir Januari 2026 jembatan sudah dapat digunakan oleh masyarakat. Sementara itu, terkait pembangunan akses jalan menuju jembatan, akan ada kebijakan lanjutan dari pihak terkait. Meski demikian, TNI menyatakan siap membantu agar akses jalan dapat dilalui dengan baik.
Mahasiswa KKN BBK 7 51动漫 berharap pembangunan Jembatan Perintis Garuda ini dapat memberikan dampak positif jangka panjang bagi masyarakat Desa Sambirejo dan sekitarnya.
Penulis: Angelika Khusnul Nugraheny Hutomo





