51动漫

51动漫 Official Website

Mahasiswa KKN BBK 7 Ubah Limbah Desa jadi Produk Bernilai Guna

Mahasiswa KKN BBK 7 51动漫 menghadirkan program CAYA BARA DESA (Cahaya dan Bara dari Limbah Desa) sebagai upaya pengelolaan limbah sekaligus pemberdayaan ekonomi masyarakat di Desa Sumurgenuk, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan. Kegiatan yang dilaksanakan pada minggu ke-3 KKN ini menyasar sekitar 25 ibu rumah tangga dan kader desa yang selama ini masih membuang minyak jelantah dan limbah bonggol jagung tanpa pengolahan lebih lanjut. Permasalahan utama yang dihadapi masyarakat adalah rendahnya kesadaran pengelolaan limbah rumah tangga dan pertanian, yang berpotensi mencemari lingkungan sekaligus belum dimanfaatkan sebagai sumber nilai ekonomi.

Sebagai solusi, mahasiswa KKN BBK 7 menginisiasi dua agenda utama, yaitu JELITA (Jelantah Jadi Lilin Aromaterapi) dan Bojo-Bara (Bonggol Jagung Jadi Bara). Pada agenda JELITA, mahasiswa melakukan sosialisasi bahaya pembuangan minyak jelantah sembarangan, dilanjutkan dengan praktik langsung pengolahan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi yang aman dan bernilai jual. Sementara itu, melalui agenda Bojo-Bara, limbah bonggol jagung pasca panen diolah menjadi briket arang melalui proses karbonisasi dan pencetakan sederhana yang dapat diterapkan oleh masyarakat secara mandiri.

Rangkaian kegiatan dilaksanakan secara partisipatif dengan melibatkan masyarakat dalam setiap tahap, mulai dari pengumpulan bahan baku, proses produksi, hingga diskusi potensi pengembangan produk sebagai usaha skala rumah tangga. Pendekatan praktik langsung ini mendorong peningkatan pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan limbah yang ramah lingkungan sekaligus aplikatif. Produk lilin aromaterapi dan briket arang yang dihasilkan tidak hanya digunakan secara mandiri, tetapi juga diperkenalkan sebagai alternatif produk yang dapat dipasarkan melalui UMKM desa.

Melalui program CAYA BARA DESA, mahasiswa KKN BBK 7 UNAIR berkontribusi dalam mendukung SDG 1 (No Poverty) dengan membuka peluang pendapatan tambahan berbasis pemanfaatan limbah, sehingga membantu mengurangi kerentanan ekonomi rumah tangga. Kegiatan ini juga sejalan dengan SDG 8 (Decent Work and Economic Growth) melalui penguatan potensi UMKM desa, SDG 3 (Good Health and Well-being) melalui pengurangan pencemaran lingkungan yang berdampak pada kesehatan, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat desa.

Dampak kegiatan terlihat dari perubahan perilaku masyarakat yang tidak lagi membuang minyak jelantah dan limbah bonggol jagung secara sembarangan, meningkatnya keterampilan warga dalam mengolah limbah menjadi produk bernilai guna, serta munculnya kesadaran bahwa limbah desa dapat menjadi sumber ekonomi alternatif. Dengan pemanfaatan limbah yang berkelanjutan, program ini diharapkan menjadi embrio pengembangan usaha desa berbasis ekonomi sirkular di Desa Sumurgenuk.

Penulis: Aqila Elga Ramadhani, Tim KKN BBK 7 51动漫 Desa Sumurgenuk

AKSES CEPAT