51¶¯Âþ

51¶¯Âþ Official Website

Mahasiswa KKN BBK 7 UNAIR Perkuat Layanan Posyandu Jeruk melalui Edukasi Stunting untuk Tingkatkan Kesehatan Ibu dan Anak

Mahasiswa KKN BBK 7 51¶¯Âþ mendampingi penimbangan dan pengukuran balita serta memberikan edukasi pencegahan stunting dalam kegiatan Posyandu Jeruk di Dusun Podang, Desa Karangkembang

UNAIR NEWS“ Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) BBK 7 51¶¯Âþ turut berkontribusi
dalam mendukung program kerja desa melalui kegiatan Posyandu Jeruk yang berlokasi di Dusun Podang, Desa Karangkembang. Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin, 12 Januari 2026, pukul 08.00“09.30 WIB, dengan sasaran utama bayi usia 1“5 tahun serta lansia yang rutin mengikuti layanan posyandu.


Posyandu Jeruk merupakan wadah pelayanan kesehatan masyarakat yang berperan penting dalam pemantauan tumbuh kembang anak serta kondisi kesehatan lansia. Namun, berdasarkan hasil pengamatan di lapangan, masih terdapat keterbatasan pemahaman orang tua terkait stunting, khususnya mengenai penyebab, dampak jangka panjang, serta pentingnya pemantauan pertumbuhan anak secara berkala. Kondisi ini berpotensi memengaruhi kualitas kesehatan anak apabila tidak diimbangi dengan pengetahuan yang memadai.


Sebagai bentuk solusi, mahasiswa KKN BBK 7 UNAIR ikut serta membantu pelaksanaan kegiatan posyandu sekaligus memberikan edukasi penyuluhan stunting kepada para orang tua. Edukasi disampaikan secara langsung dengan bahasa sederhana dan mudah dipahami, mencakup pengertian stunting, faktor risiko, ciri-ciri, serta peran orang tua dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak melalui pola asuh dan pemenuhan gizi yang tepat. Selain itu, mahasiswa juga mendampingi proses penimbangan dan pengukuran tinggi badan bayi sebagai bagian dari pemantauan tumbuh kembang.


Kegiatan ini selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs) Nomor 3: Good Health and Well-Being, yang berfokus pada peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya ibu, anak, dan lansia. Kata kunci yang relevan dalam kegiatan ini meliputi posyandu, kesehatan ibu dan anak, pencegahan stunting, dan peningkatan kualitas hidup masyarakat desa.


Dampak dari kegiatan ini terlihat dari meningkatnya pemahaman orang tua mengenai
stunting dan pentingnya pemantauan pertumbuhan anak secara rutin. Orang tua menjadi lebih sadar akan peran posyandu sebagai sarana deteksi dini gangguan pertumbuhan, sehingga diharapkan mampu mencegah risiko stunting sejak usia dini. Keterlibatan mahasiswa dalam Posyandu Jeruk ini juga memperkuat sinergi antara masyarakat dan perguruan tinggi dalam mendukung upaya peningkatan kesehatan masyarakat desa secara berkelanjutan.

Penulis: Tim BBK 7 Desa Karangkembang

AKSES CEPAT