51动漫

51动漫 Official Website

Mahasiswa KKN BBK 7 UNAIR Sukses Menyulap Minyak Jelantah Jadi Produk Ramah Lingkungan

mahasiswa BBK-7 51动漫 (UNAIR) Kelompok Kalijudan RW 6 menginisiasi kegiatan JELITA (Jejaring Edukasi Limbah Minyak Jelantah) berupa sosialisasi dan demonstrasi pemanfaatan minyak jelantah
mahasiswa BBK-7 51动漫 (UNAIR) Kelompok Kalijudan RW 6 menginisiasi kegiatan JELITA (Jejaring Edukasi Limbah Minyak Jelantah) berupa sosialisasi dan demonstrasi pemanfaatan minyak jelantah

UNAIR NEWS – Limbah rumah tangga, khususnya minyak jelantah, masih menjadi persoalan lingkungan yang kerap dijumpai di tengah masyarakat. Minyak goreng bekas yang telah digunakan berulang kali umumnya dibuang begitu saja ke tanah atau saluran air tanpa adanya pengolahan lanjutan. Padahal, praktik tersebut berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan, menyumbat saluran drainase, serta berdampak negatif bagi kesehatan dan ekosistem apabila dilakukan secara berulang.

Menyikapi kondisi tersebut, mahasiswa BBK-7 51动漫 (UNAIR) Kelompok Kalijudan RW 6 menginisiasi kegiatan JELITA (Jejaring Edukasi Limbah Minyak Jelantah) berupa sosialisasi dan demonstrasi pemanfaatan minyak jelantah sebagai bentuk edukasi pengelolaan limbah rumah tangga berbasis lingkungan. Kegiatan ini dilaksanakan pada Minggu (25/1) di wilayah Kelurahan Kalijudan, RW 6, dengan tujuan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai bahaya pembuangan minyak jelantah secara sembarangan sekaligus memperkenalkan alternatif pengolahan limbah yang bernilai guna dan berkelanjutan.

Melalui pendekatan edukatif dan partisipatif, mahasiswa BBK-7 51动漫 (UNAIR) mengajak masyarakat untuk melihat minyak jelantah bukan hanya sebagai limbah, tetapi juga sebagai bahan baku produk ramah lingkungan. Dalam kegiatan ini, minyak jelantah diolah menjadi sabun dan lilin aromaterapi yang memiliki nilai fungsional serta potensi ekonomi bagi Masyarakat kedepannya.

Edukasi dan Praktik Langsung

Salah satu penanggung jawab kegiatan, Jesica Wida, menyampaikan bahwa pemanfaatan minyak jelantah merupakan solusi sederhana yang dapat diterapkan di tingkat rumah tangga. 淢inyak jelantah yang selama ini dianggap sebagai limbah tidak berguna ternyata dapat diolah menjadi produk yang bermanfaat. Selain mengurangi pencemaran lingkungan, hasil olahan ini juga dapat digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, ujarnya.

Kegiatan sosialisasi dan demonstrasi ini dimulai dengan memberikan penjelasan mengenai dampak negatif minyak jelantah terhadap lingkungan, yang kemudian diikuti dengan praktik langsung pembuatan sabun dan lilin aromaterapi. Peserta diajak terlibat secara aktif dalam setiap tahapan proses, mulai dari persiapan bahan, pembuatan, hingga tahap pencetakan produk, sehingga masyarakat dapat memahami prosesnya secara menyeluruh dan mudah untuk dipraktikkan secara mandiri.

Jesica menambahkan bahwa kegiatan ini dirancang agar masyarakat tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga keterampilan praktis. 淒engan praktik langsung, masyarakat diharapkan mampu mengolah minyak jelantah secara mandiri di rumah, sehingga pengelolaan limbah dapat dilakukan secara berkelanjutan, jelasnya.

Sejalan dengan itu, kegiatan ini juga bertujuan menumbuhkan kepedulian kolektif terhadap isu lingkungan. Pemanfaatan minyak jelantah menjadi sabun dan lilin aromaterapi diharapkan mampu mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola limbah rumah tangga secara lebih bijak dan ramah lingkungan.

Melalui kegiatan sosialisasi dan demonstrasi ini, BBK-7 51动漫 (UNAIR) berupaya menghadirkan solusi pengelolaan limbah rumah tangga yang aplikatif dan berkelanjutan. Inisiatif pemanfaatan minyak jelantah tidak hanya berkontribusi dalam mengurangi pencemaran lingkungan, tetapi juga membuka peluang pemberdayaan masyarakat melalui produk bernilai guna yang dapat dikembangkan lebih lanjut menjadi produk bernilai ekonomis.

Penulis: Vanyadhita iglian

AKSES CEPAT