UNAIR NEWS – Sabtu (26/7/2025) lalu mahasiswa KKN-BBK 6 UNAIR gelar sosialisasi edukasi pengelolaan sampah dan bahaya penyakit ISPA (infeksi saluran pernapasan akut) di Balai Desa Lawak, Kecamatan Ngimbang, Kabupaten Lamongan. Kegiatan itu mengangkat tema SADAR, atau Sampah Dikelola Asap Dilarang.
Dihadiri oleh 20 orang warga Desa Lawak, SADAR mendapat respon positif dari masyarakat. Hadir pada kegiatan tersebut Hakim Luqmanul, Kepala Dusun Lawak yang menyampaikan apresiasi atas diselenggarakannya sosialisasi edukasi pengelolaan sampah tersebut.
淜ami sangat berterima kasih atas solusi dan alternatif yang diberikan oleh mahasiswa KKN-BBK UNAIR atas permasalahan sampah di Desa Lawak, pungkasnya.
Berangkat dari Kekhawatiran
Melihat banyaknya sampah rumah tangga yang dibakar di sekitar lingkungan desa membuat Nawfal Rayhan (FST 2022) dan Adelia Fitriasari (FST 2022), penanggung jawab SADAR merasa perlu untuk mengadakan kegiatan edukasi bagi warga Desa Lawak tentang bahaya pembakaran sampah.

Kekhawatiran tersebut rupanya bukan tak berdasar. Menurut informasi yang diperoleh dari bidan desa, ISPA merupakan salah satu penyakit dengan jumlah penderita paling tinggi di Desa Lawak. Hal ini membuat mahasiswa KKN-BBK UNAIR terdorong untuk melakukan upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan dan lingkungan.
淢elalui edukasi ini, kami berharap masyarakat jadi lebih paham tentang bahaya pembakaran sampah dan mulai beralih ke cara pengelolaan sampah yang lebih aman, ujar Adelia.
Dari Sampah Menjadi Solusi
Dalam kegiatan tersebut disampaikan beberapa alternatif pengolahan sampah, seperti pembuatan briket dan ecobrick dari sampah anorganik. Hal ini menarik perhatian Haidar, salah satu pengurus Karang Taruna Desa Lawak yang menunjukkan kekhawatirannya atas banyaknya jalan berlubang di sekitar desa.
Kekhawatiran Haidar direspon oleh mahasiswa KKN-BBK UNAIR dengan memberikan rekomendasi penggunaan ecobrick sebagai bahan konstruksi. Langkah ini diharapkan mampu menjadi solusi sederhana yang memberdayakan masyarakat sekaligus mengurangi volume sampah anorganik di desa.
Penulis: Mahasiswa BBK 6 Desa Lawak





