51动漫

51动漫 Official Website

Mahasiswa KKN UNAIR Ajari Warga Ubah Puntung Rokok Jadi Pestisida

Mahasiswa UNAIR ajari warga cara membuat pestisida dari puntung rokok. (Foto: Istimewa)
Mahasiswa UNAIR ajari warga cara membuat pestisida dari puntung rokok. (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Melihat kondisi warga desa yang mayoritas berprofesi sebagai petani tembakau dan perokok, mahasiswa UNAIR berinovasi menciptakan pestisida dari puntung rokok. Mereka adalah mahasiswa yang tergabung dalam Kuliah Kerja Nyata Belajar Bersama Komunitas (KKN-BBK 6) UNAIR di Desa Gebangangkrik, Kecamatan Ngimbang, Kabupaten Lamongan.

淒isini mayoritas warga bekerja sebagai petani tembakau dan banyak dari mereka yang merokok sehingga banyak limbah puntung rokok yang dihasilkan. Berangkat dari itu, kami berusaha membina warga untuk memanfaatkan limbah puntung rokok dan limbah botol atau galon plastik yang juga masih belum dimanfaatkan secara optimal, terang Wulandari Anggraini Putri, salah satu perwakilan kelompok.

Melalui program kerjanya yang berjudul Pestibako: Pestisida Alami dari Limbah Tembakau mahasiswa UNAIR tidak hanya mengentaskan masalah limbah saja, tetapi juga dapat memberdayakan petani untuk memproduksi pestisida untuk tanaman mereka secara mandiri. Sehingga dapat membawa nilai ekonomis tersendiri untuk para petani.

Wulan menyebut bahwa program kerja tersebut dilaksanakan selama satu hari. Kegiatan  berupa sosialisasi sekaligus proses pembuatannya bersama warga desa pada Kamis (24/7/2025). 淛adi setelah selesai sosialisasi, kita langsung praktik membuat pestisida dari puntung rokok, terangnya.

Wulan menjelaskan bahwa dibutuhkan sekitar 30 puntung rokok dan 1 sendok makan sabun colek untuk membuat pestisida tersebut. Sedangkan untuk cara pembuatannya yang pertama yaitu rendam 30 puntung rokok ke dalam 500 ml air. Setelah itu, tambahkan 1 sendok makan sabun colek ke dalam rendaman tersebut.

淜emudian, campuran tadi diaduk sampai merata dan didiamkan selama minimal 1 hari di dalam wadah tertutup. Kalau sudah 1 hari, airnya disaring lalu dipindahkan ke dalam wadah penyemprotan. Wadahnya bisa pakai dari limbah botol atau galon plastik, sambungnya.

Hasil dari penyaringan tersebut berupa ekstrak puntung rokok. Lebih lanjut, Wulan mengatakan bahwa untuk cara penggunaannya perlu dicampur dengan air. Dari 20 ml ekstrak yang telah dibuat tersebut kemudian dicampur dengan 1 liter air. 

淗asil ekstraknya perlu diencerkan sebelum disemprotkan karena dia tidak boleh terlalu pekat. Sebab dalam ekstrak terkandung nikotin yang sifatnya dapat membakar tanaman kalau terlalu pekat, ucapnya.

Sebagai tambahan, pestisida dari puntung rokok telah diuji coba pada Rabu (16/7/2025) bersama Kepala Dusun Jeruk sebelum disosialisasikan kepada warga. Menurut pengakuan Wiji, Kepala Dusun, hasil uji coba telah berjalan baik. 淪udah diuji coba untuk periode pertama berjalan bagus, bisa menghindari penyebaran ulat dari tumbuhan ke tumbuhan, ujar Kepala Dusun Jeruk.

Melalui program itu, kelompok KKN-BBK 6 Desa Gebangangkrik berharap kepekaan sosial warga desa terhadap puntung rokok dan limbah plastik semakin meningkat. Mereka juga berharap program tersebut berkelanjutan dan tetap dilaksanakan warga desa meskipun masa KKN telah berakhir.

Penulis: Septy Dwi Bahari Putri

Editor: Khefti Al Mawalia

AKSES CEPAT