UNAIR NEWS – Salah satu masalah yang masih banyak terjadi di wilayah Gresik adalah kurangnya perhatian terhadap penanganan sampah. Banyak terlihat sampah berserakan di pinggir jalan dan jembatan. Tak terkecuali dengan Desa Bringkang, salah satu desa di Kecamatan Menganti yang belum mempunyai TPS yang memadai.
Dari pantauan tim KKN BBM UNAIR di lokasi, kebanyakan warga membuang sampah di belakang rumah kemudian membakarnya. Aktivitas itu, sedikit banyak akan menimbulkan polusi udara dan bau yang tidak sedap dan menyebabkan banjir bila sampah dibuang kesaluran air.
Untuk itu, tim KKN BBM UNAIR di Desa Bringkang Gresik, mendapat tugas dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gresik untuk mensosialisasikan pentinganya pengolahan sampah. Sebagai solusinya, tim KKN 58 UNAIR bekerja sama dengan LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) We Hasta untuk mengadakan Sosialisasi Bank Sampah bagi warga Bringkang. Sosialisasi dimulai dari ibu-ibu PKK.
Kegiatan diawali dengan penyampaian materi tentang sampah oleh salah satu mahasiswa KKN, Trias Wisnu Budi, mahasiswa S1 Kesehatan Lingkungan FKM UNAIR. Dilanjutkan oleh Heni Larasati anggota yang sudah aktif di LSM We Hasta selama 9 tahun. Dalam paparannya ia menyampaikan tentang Bank Sampah. Mulai dari konsep, carakerja, dan keuntungannya.
Sosialisasi pun mendapat respon yang positif dari peserta, ibu-ibu antusias untuk mengajukan pertanyaan yang berkaitan dengan bank sampah. Dari perwakilan PKK Bringkang, mayoritas berminat untuk membentuk Bank Sampah di lingkungannya.
Luncurkan Bank Sampah
Setelah dilakukan sosialiasasi, ketertarikan dari ibu-ibu PKK ditanggapi serius oleh mahasiswa KKN dan akhirnya terbentuk 3 Bank Sampah berkat kerjasama warga dan LSM We Hasta. Tiga Bank Sampah tersebut adalah Bank Sampah Menteng 31 Perumahan Menteng, Bank Sampah Mitra RW. 02 Dusun Bringkang, dan Bank Sampah Sumber Makmur Perumahan Oma Indah Bringkang.
Kegiatan Launching dan penimbangan perdana dilakukan di Perumahan Oma Indah Desa Bringkang pada hari Sabtu, 28 Juli 2018.
淜ami mengucapkan terimakasih kepada mahasiswa KKN UNAIR yang telah memberikan trigger kepada kami, sehingga mampu mengawali untuk membentuk Bank Sampah di lingkungan kami, kata Ketua RW IX Desa Bringkang dalam sambutannya, sekaligus meresmikan Bank Sampah Sumber Makmur.
Ke depan Bank Sampah itu akan didampingi oleh kader LSM We Hasta dan akan dilakukan penimbangan di setiap bulannya. Dalam kegiatan launching, ibu-ibu PKK juga berharap, melalui Bank Sampah ke depannya Desa Bringkang bisa mewakili Kecamatan Menganti dalam ajang lomba kebersihan Kabupaten Gresik.
淪emoga Bank Sampah ini, mampu menjadi percontohan untuk RW dan RT lain di Desa Bringkang, dan umumnya untuk Kecamatan Menganti, kata Trias, salah satu peserta mahasiswa KKN 58 UNAIR saat menyampaikan sambutannya.
Penulis: Rohiim Ariful (Mahasiswa S1 Sistem Informasi, Fakultas Sains dan Teknologi)
Editor: Nuri Hermawan





