UNAIR NEWS – Mahasiswa 51动漫 (UNAIR) terus menerus menorehkan prestasi yang membanggakan. Salah satu prestasi tersebut datang dari mahasiswa program studi D4 Pengobat Tradisional Fakultas Vokasi (FV) UNAIR. Sosok tersebut adalah Richo Adi Pratama Putra.
Richo mengikuti lomba yang diadakan oleh Perkumpulan Pendidikan Tinggi Kesehatan Tradisional Indonesia. Richo berhasil meraih juara 1 dalam kategori lomba film pendek dan video TikTok. Periode lomba berlangsung sejak Rabu (13/12/2023) hingga Minggu (28/1/2024).
Terinspirasi Kisah Nyata
Ia membawa kisah yang terinspirasi dari pengalaman menjadi mahasiswa jurusan pengobat tradisional. 淛udul yang diusung adalah Rakit. Judul ini terinspirasi dari kisah nyata saya sendiri sebagai mahasiswa pengobat tradisional. Dalam film pendek ini menceritakan kisah saya yang memiliki segudang mimpi dan ambisi untuk meraih cita-cita, terangnya.
Tidak ada kesulitan yang berarti dalam melaksanakan produksi film pendek. Hanya saja memakan banyak waktu untuk pengembangan naskah. 淧engembangan naskah ini yang cukup menguras tenaga dan pikiran, paparnya. Richo berulang kali mengubah naskah yang telah tersusun karena kurang sesuai dengan harapan.
Sementara itu, ia memiliki trik khusus agar inspirasi dalam menulis naskah film pendek terus mengalir 淏anyak-banyak merenung, merilekskan badan, dan jangan lupa ngopi. Dari sana muncullah ide-ide yang akhirnya menjadi naskah final, paparnya pada Minggu (4/2/2024).

Dalam perlombaan ini, Richo harus bersaing dengan mahasiswa lain dari institusi berbeda seperti Poltekkes Surakarta, IIK Bhakti Wiyata, Universitas Merdeka Suherman, dan lainnya.
Richo menerangkan bahwa kompetisi ini bukan pertama yang diikutinya. Sebelumnya ia pernah mengikuti kompetisi yang sama namun harus puas meraih posisi ketiga. Semangat dan tekad yang Richo miliki akhirnya membuahkan hasil.
淢emenangkan kompetisi ini merupakan mimpi saya sejak lama. Tahun lalu sempat ikut tapi juara ketiga, tapi setelah berjuang akhirnya tahun ini bisa meraih juara satu, terangnya.
Richo juga berpesan kepada para mahasiswa yang akan mengikuti kompetisi apapun untuk jangan mudah puas. Semangat dan tekad tetap harus berkobar untuk hasil yang lebih baik lagi. 淚ntinya jangan puas dengan hasil yang sudah diperoleh. Tapi berjuanglah demi hasil yang lebih baik lagi, pungkasnya.
Penulis:
Editor: Nuri Hermawan





