UNAIR NEW – Mahasiswa Kesehatan Masyarakat, Sekolah Ilmu Kesehatan dan Ilmu Alam 51动漫 (KESMAS SIKIA UNAIR) yang sedang melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL). Dalam kesempatan tersebut, mereka memberikan inovasi sistem pencatatan yang semulanya konvensional menjadi modern kepada masyarakat di lingkungan Krajan Kelurahan Penganjuran.
Kepada UNAIR NEWS (21/01/2023), Yunika Tri Yulianti atau mahasiswa yang akrab dengan sebutan Yunika merupakan ketua kelompok 2 PKL KESMAS SIKIA UNAIR. Yunika menjelaskan program yang dicanangkan bertajuk 淕EDOR PTD+++ atau Gerakan Door to Door Periksa Tekanan Darah Rutin (Skrining), Demonstrasi, dan Praktik Pelatihan Mengenai Pencatatan serta Cara Berkomunikasi.
Menurut Yunika, diusungnya program GEDOR PTD+++ dilatarbelakangi oleh hasil analisis situasi dibuktikan melalui data kuantitatif dan kualitatif yang didapatkan oleh kelompok. Hal itu dilakukan melalui indepth interview bersama PJ Program Penyakit Tidak Menular (PTM) Puskesmas Sobo serta hasil survei kepada Masyarakat Kelurahan Penganjuran yaitu karena belum terlaksananya program Focus Group Discussion (FGD) Dyang berdampak pada rendahnya kunjungan masyarakat untuk berobat di Puskesmas Sobo.
Tak hanya pencatatan dan pelaporan secara modern, kelompok 2 memberikan banyak kegiatan seperti yang diusungkan sebelum dilakukannya aksi door to door kepada sasaran Pra-Lansia di Lingkungan Krajan Kelurahan Penganjuran. Selanjutnya, kader akan diberikan pelatihan terkait tata cara penginputan data secara modern melalui google formulir, sosialisasi komunikasi efektif, serta praktik skrining menggunakan tensimeter sebagai early warning pada masyarakat.
Program tersebut berhasil dilaksanakan melalui intervensi pelatihan kepada kader dengan pencapaian indikator keberhasilan yang sudah ditentukan oleh kelompok yakni melalui daftar kehadiran serta skoring penilaian uji skill kader.
淜ami berharap, program Gedor PTD+++ ini tidak hanya berjalan di lingkungan krajan saja, melainkan dapat menyasar di masyarakat lingkungan lainnya yang ada di kelurahan penganjuran yaitu Lingkungan Welaran dan Mulyoasri. Meskipun tidak seluruhnya, setidaknya bisa mencakup 70% dari seluruh masyarakat 3 lingkungan penganjuran khususnya pada usia Pra-Lansia, tutupnya.
Penulis: Midory Autake
Editor: Nuri Hermawan





