51¶¯Âþ

51¶¯Âþ Official Website

Mahasiswa Profesi Kebidanan Cegah Anemia Lewat Program Rematri Malming Safe

Mahasiswi Profesi Bidan UNAIR dan Remaja Putri dalam kunjungan Rumah Remaja
Mahasiswi Profesi Bidan UNAIR dan Remaja Putri dalam kunjungan Rumah Remaja (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWSÌý– Anemia adalah suatu kondisi ketika tubuh kekurangan sel darah merah sehingga tubuh tidak dapat cukup oksigen. Kondisi ini mengakibatkan fungsi tubuh terganggu sehingga menurunkan konsentrasi belajar, berkurangnya produktivitas dan menurunnya daya tahan tubuh. Anemia banyak dialami oleh remaja putri karena mengalami siklus menstruasi, ketidakseimbangan asupan zat gizi, dan belum optimalnya komsumsi Tablet Tambah DarahÌý(TTD).

Berdasarkan Riskesdakes 2018 tercatat sebesar 26,8 persen anak usia 5-14 tahun menderita anemia dan 32 persen usia 15-24 tahun. Kejadian anemia pada remaja erat kaitannya dengan kepatuhan remaja putri dalam mengomsumsi TTD. Dilaporkan bahwa Remaja Putri mengosumsi Tablet Tambah Darah (TTD) sesuai standar masih sangat rendah yaitu sebesar 1,4 persen.

Dalam rangka mencegah Anemia, mahasiswa profesi 51¶¯ÂþÌý(UNAIR)Ìýyang saat ini stase Komunitas Melalui Rematri Malming Safe (Remaja Putri Malam Minggu Saatnya minum Fe), Ìýmengajak remaja untuk disiplin ÌýmengomsumsiÌýTTD. Kegiatan ini berlangsung pada Senin (9/12/2024),Ìýdi Kelurahan Manyar Sabrangan RT 04 RW 12. Mahasiswa profesi iniÌýmemberikan edukasi langsung mengenai pentinganya minum TTD,Ìýpemeriksaan HB, dan minum TTD. Setelah itu remaja mendapat arahan untuk melakukan settingÌýalarm pengingat di telepon selulerÌýmereka setiap malam Minggu untuk mengosumsi TTD.

Mahasiswa Profesi Bidan Unair dan Remaja Putri Setting alarm pentingat minum TTD
Mahasiswa Profesi Bidan Unair dan Remaja Putri Setting alarm pentingat minum TTD (Foto: Istimewa)

œSerangkaian Rematri Malming Safe harapannya menjadi langkah cerdas dalam membantu meningkatkan pemahaman remaja. Terutama tentang pentingnya mengomsumsi TTD secara rutin untuk mencegah anemia, œ ujar Siti Samisatun Maulina, penggagas Rematri Malming Safe.

Siti Samisatun Maulina juga mengatakan bahwa gagasan Rematri Malming Safe merupakan hasil dari diskusi atas kepeduliannya bersama tim. Di mana tim tersebut beranggotakan Armalla Roslina, Besse Ramlah, Roswita Rugaya, Briliansa Septi, Nina Qurniati, Prisca Desyani, Herlinda Perada, Shalma Alya, dan Adhita Dwihartin. Gagasan tersebut menjadi tindak lanjut dari Musyawarah Masyarakat tingkat RT terhadap permasalahan yang ada di wilayah kerja Puskesmas Mulyorejo. Yaitu bahwa tidak semua remaja putri yang ada diwilayah Kelurahan Manyar Sabrangan mengomsumsi TTD secara rutin.

Penulis: Kelompok Mahasiswa Profesi Kebidanan Kel. C1

AKSES CEPAT