UNAIR NEWS – Dua mahasiswa UNAIR dan dosen 51动漫 (UNAIR) kembali menorehkan kiprahnya di kancah akademik internasional dengan berpartisipasi dalam 1st International Conference on Islamic Finance. Kegiatan ini diadakan oleh Daffodil International University, Dhaka, Bangladesh. Mereka adalah Auvi Diyanati Kanasibah dan Samsul Arifin, dengan bimbingan dari Prof Dr Raditya Sukmana SE MA dan Prof Dr Tika Widiastuti SE MSi.
Mengusung tema besar Islamic Finance as a Catalyst for National Sustainable Development Goals, konferensi ini menghadirkan berbagai diskusi penting mengenai keuangan Islam. Termasuk zakat, wakaf, dan teknologi blockchain dalam sektor perbankan syariah. Konferensi ini berlangsung online pada Sabtu (25/1/2025).
Zakat dan Wakaf di Indonesia
Proses penyusunan paper ini berlangsung selama kurang lebih tiga hingga empat bulan. Mulai dari pemilihan topik hingga tahap finalisasi. Kedua paper ini sendiri merupakan pengembangan dari tugas akhir semester mereka, yang kemudian diperkuat dengan bimbingan akademik yang intensif.
Dalam ajang ini, tim UNAIR mengangkat dua topik utama yang relevan dengan upaya optimalisasi lembaga zakat dan wakaf di Indonesia. Paper pertama berjudul Instrument for Measuring The Level of Adoption PSAK 112 for Waqf Management Institutions in Indonesia, membahas penerapan standar akuntansi PSAK 112 dalam pengelolaan wakaf.
淯ntuk paper kedua kami bertajuk Empowering Marginalized Communities with Zakat through a Sustainable Livelihood Approach to Poverty Reduction menyoroti peran zakat dalam pemberdayaan kaum marginal. Pemilihan topik ini didasarkan pada urgensi peningkatan efektivitas dan akuntabilitas lembaga pengelola zakat dan wakaf di Indonesia, terang Auvi.
Tantangan dan Pengalaman Berharga
Salah satu tantangan yang tim UNAIR hadapi adalah jadwal konferensi yang tidak selaras dengan agenda akademik mereka. 淎walnya, rencana kami itu hadir langsung di Bangladesh. Namun karena berbagai pertimbangan akademik dan administratif, akhirnya kami memutuskan untuk mengikuti konferensi secara daring, papar Auvi.
Kendati demikian, pengalaman yang mereka dapat tetap berharga. Terutama karena mereka berkesempatan berdiskusi langsung dengan para pakar ekonomi Islam dunia. Momen yang paling berkesan, lanjut Auvi, adalah saat mereka berada dalam satu forum dengan Profesor Mohammad Kabir Hassan dari Universitas New Orleans, Amerika Serikat.
Prof M Kabir adalah salah satu pakar ekonomi Islam yang sering menjadi referensi dalam penelitian mereka. 淪elain itu, Saya hadir dan menjadi satu-satunya presenter perempuan dalam sesi online. Hal ini menambah kebanggaan tersendiri dalam keterlibatan kami di ajang ini, lanjutnya.
Respons dari peserta dan panelis terhadap presentasi mereka juga sangat positif. Beberapa peserta dari Maroko dan India memberikan perhatian khusus terhadap kajian PSAK 112 dan dampak zakat terhadap pengentasan kemiskinan di Indonesia. Panelis dari Pakistan, Dr Sanaullah Ansari, bahkan secara khusus mengapresiasi bagaimana Indonesia telah mengoptimalkan peran lembaga zakat dan wakaf untuk kesejahteraan masyarakat.
Peluang Kolaborasi dan Publikasi Internasional
Partisipasi dalam konferensi ini tidak hanya membuka wawasan akademik, tetapi juga memperluas jaringan internasional tim UNAIR. Mereka menjalin relasi dengan akademisi dari berbagai negara. Termasuk Pakistan, yang ternyata memiliki hubungan erat dengan dosen UNAIR.
淜e depan, kami berencana untuk menyempurnakan paper kami dan mengajukannya ke jurnal internasional bereputasi Scopus. Sebagai bentuk kontribusi nyata dalam pengembangan ilmu keuangan Islam, papar Auvi.
Keberhasilan ini semakin memperkuat posisi UNAIR sebagai institusi yang aktif dalam riset dan diskusi global. Semangat kolaborasi antara mahasiswa dan dosen diharapkan terus berlanjut, membuka lebih banyak peluang akademik di masa depan.
Penulis: Febriana Putri Nur Aziizah
Editor: Khefti Al Mawalia





