n

51动漫

51动漫 Official Website

Mahasiswa Sastra Jepang Terbantu Native Speaker yang Jadi Asisten Dosen

UNAIR NEWS Sudah delapan tahun ini, Jurusan Sastra Jepang menjalin kerjasama dengan Ashinaga Foundation. Salah satu bentuknya, yayasan dari Jepang itu mengirimkan dua orang native speaker untuk menjadi asisten dosen. Menariknya, usia mereka relatif sama dengan para mahasiswa. Umumnya, mereka adalah mahasiswa semester enam atau tujuh di kampus masing-masing.

Tahun ini, dua asisten dosen dari Jepang itu adalah Seira Oie dan Kenya Yoshida. Seira merupakan mahasiswi semester tujuh dari Universitas Kuansei Gakuin. Sementara Kenya merupakan mahasiswa semester tujuh Universitas Tenri.

淢ereka membaur dengan para mahasiswa. Para mahasiswa biasa jalan-jalan bareng dengan mereka. Bahkan, ke luar kota, kata Ghulam Bintang Syahrial, salah satu mahasiswa Sastra Jepang.

Dia mengatakan, kehadiran native sangat membantu proses perkuliahan. Para mahasiswa bisa langsung mempraktekkan ilmu dan kemampuan bahasa Jepang pada orang asli negeri Sakura. Bahkan, dua orang itu juga mengajar kaligrafi huruf kanji.

Baik Seira maupun Kenya merasa senang sudah bisa berkenalan dengan mahasiswa Indonesia. Mereka mendapat banyak pengalaman menarik. Sayangnya, per tanggal 1 Maret 2016, dua mahasiswa asal Nippon itu bakal pulang ke kampung halaman.

淪aya akan sangat merindukan teman-teman di sini, kata Seira saat ditemui di gedung Fakultas Ilmu Budaya Selasa (23/2) lalu. 淜ehangatan kawan-kawan tidak akan mungkin bisa kami lupakan, tambah Kenya.

Para native dari Ashinaga Foundation biasanya datang ke Indonesia sejak April tiap tahun. Lantas, berakhir pada Februari tahun berikutnya. Selain mengirimkan mahasiswa Jepang untuk berbagi ilmu di Indonesia, yayasan ini juga memberi peluang summer course untuk para mahasiswa. (*)

Penulis: Rio F. Rachman

AKSES CEPAT